• KANAL BERITA

PAD Kudus Tak Capai Target

BACAKAN PERTANGGUNGJAWABAN : Bupati Kudus Musthofa membacakan laporan pertanggungjawaban APBD 2017 pada rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
BACAKAN PERTANGGUNGJAWABAN : Bupati Kudus Musthofa membacakan laporan pertanggungjawaban APBD 2017 pada rapat paripurna di gedung DPRD Kudus, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com  – Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus sepanjang 2017 meleset. Pemkab Kudus menargetkan PAD sebesar Rp 273,804 miliar. Namun hingga akhir tahun anggaran, realisasi PAD hanya sebesar Rp 366,031 miliar (97,92 persen).

Tak tercapaianya target PAD ini dibacakan Bupati Kudus Musthofa pada rapat paripurna penjelasan bupati Kudus terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus tahun anggaran 2017 di gedung DPRD Kudus, Rabu (11/7).

Dalam penjelasannya, Musthofa memaparkan, PAD Kabupaten Kudus disumbang dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

Pajak daerah mampu melebihi target. Dari target tahun lalu sebesar Rp 92,468 miliar, Pemkab Kudus mampu membukukan pendapatan pajak daerah sebesar Rp 103,927 miliar (112,39 persen).

Retribusi daerah yang ditargetkan sebesar Rp 20,197 miliar, meleset dari target. Pemkab Kudus hanya mampu mengumpulkan sebesar Rp 19,849 miliar (98,28 persen). Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang ditargetkan sebesar Rp 17,677 persen, tercapai 100 persen.

“Dari lain-lain PAD yang sah tercapai 92,24 persen. Dari target sebesar Rp 243,461 juta, hanya terealisasi sebesar Rp 224,576 juta,” kata Musthofa.

Sementara itu, anggaran belanja tak terduga (BTT) yang dianggarkan Rp 1 miliar tak terpakai. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mengantisipasi bantuan bencana alam. “Anggaran tersebut tidak dipergunakan karena selama tahun anggaran 2017 Alhamdulillah tidak terjadi bencana alam,” ujarnya.

Secara umum, total anggaran belanja daerah sepanjang 2017 sebesar Rp 2,168 triliun. Sementara itu, total pendapatan daerah sebesa Rp 1,983 triliun, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 23,785 miliar.

“Defisit anggaran ditutup dengan pembiayaan netto sebesar 162,719 miliar. SILPA sebesar Rp 138,993 miliar,” katanya. 


(Saiful Annas/CN39/SM Network)