• KANAL BERITA

Pengerasan Jalan Tembus 513 Meter Ditarget Rampung

Sejumlah anggota TNI menurunkan material batu untuk program pengerasan jalan di Desa Ciledok Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah anggota TNI menurunkan material batu untuk program pengerasan jalan di Desa Ciledok Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II 2018 ditarget bisa merampungkan pembangunan infrastruktur pengerasan jalan sepanjang 513 meter dengan lebar 3 meter, di Desa Ciledok Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo.

Puluhan anggota TNI dikerahkan membantu warga masyarakat melakukan pengerasan jalan desa tersebut, setelah dibuka Selasa (10/7) siang.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo meminta, program TMMD Sengkuyung II dapat selesai tepat waktu hingga 30 hari kedepan. TNI bersama masyarakat, diharapkan terus bersinergi mendukung suksesnya sasaran pembangunan baik fisik dan non fisik yang menyentuh kepentingan masyarakat pedesaan.

"TMMD banyak memberikan pelajaran berharga kepada kita," ujar dia saat pembukaan TMMD di lapangan desa setempat.

Menurut dia, melalui TMMD, semua bahu membahu memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, tenaga, keterampilan, materi dan kebendaan lain. Pihaknya sangat senang atas kegiatan yang berbasis kegotong royongan untuk kemaslahatan, yang diprakarsai jajaran TNI tersebut.

"Semoga dengan dibangunnya jalan sepanjang 513 meter ini, akses infrastruktur masyarakat menjadi lebih mudah," harap dia.

Disebutkan, membangun jalan maupun jembatan tentu akan sangat membantu aksesibilitas masyarakat, untuk bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial dan aktivitas lainnya.

Di tengah keterbatasan anggaran yang dialokasikan pemerintah, agenda kegotong royongan tentu akan sangat membantu demi percepatan pembangunan di Wonosobo hingga wilayah pinggiran.

Selain pembangunan jalan, program pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH), pembangun sarana jambanisasi dan sanitasi bagi warga tidak mampu juga akan sangat membantu mereka. Tak bisa dipungkiri angka kemiskinan di Wonosobo masih tinggi. Jadi, dengan kegiatan TMMD tentu sangat membantu untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sehat.

Senada, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli mengungkapkan, kegiatan TMMD Sengkuyung di Wonosobo sangat penting dan strategis.

"TMMD masih sangat berarti dalam membantu pemerintah daerah memajukan taraf kehidupan masyarakt di tingkat desa. TMMD merupakan stimulus untuk mempercepat pembangunan di semua lini," tutur dia.

Tidak ada kepentingan apapun melainkan mendekatkan hubungan TNI-Rakyat agar selalu manunggal. Karena, pada dasarnya TNI berasal dari, oleh dan untuk rakyat. Maka TNI berupaya membantu memperbaiki infrastruktur di tingkat pedesaan yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.

"Diharapkan masyarakat pedesaan lebih sejahtera dalam menapaki kehidupan," ujarnya.

Pendanaan untuk kegiatan TMMD tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Tengah sebanyak Rp 187,2 juta, APBD Kabupaten Rp180 juta, sedangkan swadaya masyarakat sebanyak Rp 663,2 juta. Program fisik meliputi pembangunan jalan sepanjang 513 meter dengan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Ciledok Kecamatan Kaliwiro tembus ke Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang.

Selain itu, pemasangan gorong-gorong berada di dua lokasi, poskampling satu unit, musholla satu unit, rehab RTLH enam unit, jambanisasi delapan unit. Sebetulnya masih banyak RTLH maupun jambanisasi yang menjadi sasaran, namun karena keterbatasan anggaran jadi hanya dikerjakan sesuai rencana.

"Perlu ada CSR swasta yang membantu membiayai RTLH maupun jambanisasi di Desa Ciledok," tutur dia.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)