• KANAL BERITA

Mahasiswa Harus Pahami Hak dan Kewajiban Sebagai Konsumen

Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo berbincang dengan para narasumber dalam Forum Dialog Perlindungan Konsumen dengan Perguruan Tinggi Semarang, di Hotel Muria, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo berbincang dengan para narasumber dalam Forum Dialog Perlindungan Konsumen dengan Perguruan Tinggi Semarang, di Hotel Muria, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswa harus mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen terutama di era perdagangan digital atau e-Commerce. Karena di era ekonomi digital ini, pertumbuhan industri semakin pesat lewat online, dan bukan tidak mungkin nantinya akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.  
''Kami mengundang berbagai mahasiswa di Semarang sebagai upaya menyosialisasikan pentingnya perlindungan konsumen terutama dalam perdagangan digital. Karena sebagian besar bisnis digital menyasar generasi yang produktif termasuk mahasiswa. Selain itu, kader generasi masa depan ini harus sadar dan pahan akan perlindungan konsumen sekaligus menjadi konsumen cerdas,'' papar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, M Arif Sambodo, di sela pembukaan Kegiatan Forum Dialog Perlindungan Konsumen dengan Perguruan Tinggi Semarang, di Hotel Muria, Rabu (11/7).

Acara yang diikuti oleh seratusan mahasiswa di antaranya Undip, Unissula, Udinus, dan Unnes tersebut menampilkan narasumber dosen sekaligus praktisi digital dari Udinus, Affandi serta anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang, Titik Herawati.

Pihaknya juga mengingatkan kepada generasi muda khususnya mahasiswa dalam perkembangan perilaku konsumen yang mulai berubah ketika menghadapi perkembangan teknologi informasi. Misalnya adanya e-Commerce, perkembangan market place yang merebak, sehingga produk dan modelnya serta transaksinya tidak sama dengan pasar konvensional.

Oleh sebab itu, Arif mengatakan dalam rangka menanamkan kembali, mengingatkan kembali, me-reffresh kembali tentang hak seorang konsumen. ''Misalnya kalau kita belanja lewat e-Commerce atau online produk yang ditawarkan hanya menampilkan gambar/foto ini mungkin sekali kita tertipu. Inilah yang harus diketahui para mahasiswa, tentang aturan belanja online. Terhadap perlindungan konsumen, kalau tidak salah sudah ada rencana strategis untuk melakukan revisi UU Konsumen terhadap belanja online,'' jelas Arif.

Selain itu, lanjut Arif, mereka tahu hak dan kewajiban, di antaranya hak konsumen mendapatkan produk yang aman, yang nyaman, hak memilih barang, mendapatkan kompensasi apabila dirugikan, dan hak pelayanan disamping kewajiban konsumen untuk mendorong industri dalam negeri, tentunya harus ditanamkan meningkatkan cinta produk dalam negeri.

Sedangkan dosen yang juga Ketua Prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, Udinus, Affandy mengatakan, perlunya attitude atau perilaku transaksi yang sehat.

''Dari hasil survey potensi customer online adalah diusia produktif, yaitu usia para mahasiswa. Mereka banyak sekali yang melakukan transasksi online. Cuma, kadang bermasalah, karena aspek literasi informasi itu masih cukup rendah. Misalnya, mereka memilih model pengiriman yang free tentunya wajar kalau barang itu sampai dalam waktu yang lama. Parahnya lalu memberikan komentar bahwa layanan pengirimmannya buruk. Ini sudah berperilaku yang salah, sehingga  perlu diinformasikan yang benar, belajar komen yang baik, me-review yang fair tidak berat sebelah,'' tandas dia.

Sedangkan, Komisioner Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang, Titik Herawati mengatakan, akan menyiapkan SDM yang melek teknologi jika nanti banyak keluhan atau komplain mengenai belanja online atau market place yang sudah banyak bermunculan. ''Harapannya kepada masyarakat juga harus mempunyai kesadarahan hukum yang tinggi terhadap hak dan kewajibannya, serta paham teknologi. Konsumen juga jeli dan cerdas dalam memilih barang. Apabila dirugikan biasanya malas untuk komplain pada pihak penjual. Lha ini harusnya ada kesadaran pada masyarakat,'' kata dia.

Selama ini pihaknya belum menerima keluhan atau komplain dari masyarakat mengenai belanja lewat online.


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)