• KANAL BERITA

BEI Buka Pasar Modal di Daerah

PASAR MODAL : Kepala cabang BEI Solo M Wira Adibrata memberi informasi tentang sekolah pasar modal di daerah. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
PASAR MODAL : Kepala cabang BEI Solo M Wira Adibrata memberi informasi tentang sekolah pasar modal di daerah. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Tingginya minat masyarakat dari berbagai daerah yang mengikuti sekolah pasar modal di Solo mendorong Bursa Efek Indonesia membuka sekolah yang sama di daerah, seperti Boyolali, Sragen, dan Salatiga.

"Kalau peserta sekolah pasar modal dari daerah cukup banyak, kenapa tidak sekalian sana kami jemput bola dan membuka sekolah pasar modal di sana," kata kepala cabang BEI Solo M Wira Adibrata, ketika disambangi di kantornya, Senin (9/7).

Wira mengaku sudah mempersiapkan jadwal untuk sekolah pasar modal di tiga daerah, yakni Boyolali, Sragen, dan Salatiga. Sekolah pasar modal gratis itu dilaksanakan sehari penuh, dari pagi hingga sore. Materi yang disiapkan benar benar dari nol sehingga mudah dipahami bagi siapa saja. Materi tentang investasi bodong juga sampaikan agar mereka tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Meski membuka di daerah, sekolah pasar modal di kantor BEI Solo tetap saja berjalan, demikian pula di kampus-kampus. Kantor BEI Solo juga akan mengakomodasi permintaan para komunitas yang ingin mengadakan sekolah pasar modal sendiri.

Menurut dia, sekolah pasar modal cukup efektif untuk memberi literasi dan inklusi tentang pasar modal pada masyarakat. Selain itu juga efektif untuk menggaet investor pasar modal. Sebab setelah mengikuti pendidikan di sekolah pasar modal, mereka membuka account untuk menjadi investor dengan biaya sendiri,  yakni Rp 100.000 per orang.

Pihaknya juga akan mengumpulkan para alumni sekolah pasar modal untuk membantu mempromosikan manfaat pasar modal. Sejak sekolah pasar modal dibuka, alumninya sudah mencapai 400 orang dan sebagian besar aktif bertransaksi di pasar modal. "Kami berharap, dengan cara cara seperti itu, literasi dan inklusi masyarakat tentang pasar modal di Soloraya meningkat, dan yang penting adalah peningkatan investor yang aktif bertransaksi di pasar modal," kata Wira.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)