• KANAL BERITA

Dua Proyek Jalan APBD Dibongkar

Proyek pengecoran jalan di Jl Pakis-Daleman, ruas Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari mulai dikerjakan. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Proyek pengecoran jalan di Jl Pakis-Daleman, ruas Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari mulai dikerjakan. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Pemkab Klaten membongkar dua proyek jalan yang didanai APBD 2018 lantaran mutu proyek jelek dan tidak sesuai spesifikasi. ''Sudah ada dua titik yang kami tindak,'' ungkap Plt Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Pemkab Klaten, Suryanto, Senin (9/7).

Dua titik yang dibongkar di wilayah barat, yakni Jl Prambanan-Manisrenggo, Dusun Dengok, Kecamatan Prambanan dibongkar talut jalan. Kedua di Jl Kepurun-Panggang, Kecamatan Manisrenggo, mutu pasangan lapis fondasi material kosong sepanjang 300 meter.

Talut dibongkar sebab pada lapisan semen atau aci mutunya jelek dan pasangan di bawah talut banyak kosong dari material. Panjang talut yang dibongkar 60 meter Setelah dibongkar, rekanan diminta memperbaiki sesuai dengan spesifikasi. Jika tidak diperbaiki anggaran tidak akan dibayarkan.

Mengingat sudah banyak kegiatan berjalan, Dinas terus memperketat pengawasan di lapangan. Sebenarnya sejak awal kegiatan pun pengawasan sudah ketat. Hanya saja karena Dinas memiliki keterbatasan tenaga pengawas, Dinas menggandeng jasa konsultan. Sayangnya kadang ada konsultan yang terkendala ketegasan sikap saat di lapangan.

Syok Terapi

Dengan temuan itu, kata Suryanto, Dinas meminta semua rekanan di kegiatan jalan dan jembatan untuk tidak main-main dengan pekerjaan. Lebih baik mengerjakan sesuai spesifikasi daripada nantinya dibongkar. Cepat atau lambat jika menyimpang, Dinas pasti akan menemukan. Hingga Juli awal, dari sekitar 40 kegiatan proyek jalan, hampir semuanya sudah jalan.

Kepala DPU PR Pemkab Klaten, Tajudin Akbar mengatakan, pembongkaran proyek jalan sebagai syok terapi bagi rekanan. ''Ini syok terapi karena Dinas sendiri ada keterbatasan pengawas,'' katanya.

Menurut Tajudin, pembongkaran itu merupakan wujud komitmen Pemkab untuk menghasilkan pembangunan yang berkualitas baik.

Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Klaten, Aris Prabowo, tindakan tegas itu sudah semestinya. Hal itu menjadi bukti bahwa sinyaleman temuan komisi di lapangan selama ini bukan hanya isapan jempol.

Ada bukti nyatanya sebab Dinas sendiri sudah membongkar bangunan di beberapa titik. ''Dan ternyata benar ada temuan,'' jelasnya.

Menurutnya temuan itu ada sejak tahun 2017. Temuan tahun 2017 semua sudah selesai dan diperbaiki tetapi masih terjadi di 2018.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)