• KANAL BERITA

‘’Menolak’’ Pasien, RSUD Bumiayu Dikritik

PELAYANAN DIKRITIK : RSUD Bumiayu di Jalan KH Ahmad Dahlan Bumiayu, Brebes. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
PELAYANAN DIKRITIK : RSUD Bumiayu di Jalan KH Ahmad Dahlan Bumiayu, Brebes. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu, Brebes, dikritik, menyusul penolakan pihak rumah sakit terhadap pasien dengan alasan tempat tidur perawatan penuh. Kendati demikian, keluarga pasien memaksa pihak rumah sakit memberikan pelayanan medis.

Kritik itu disampaikan Suparnyo, tokoh masyarakat di Talok, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Jumat (6/7) kemarin. "Pada Senin ada warga kami hendak rawat inap di RSUD Bumiayu. Sesampainya di depan IGD dan pasien belum sempat turun dari mobil, sudah ditolak oleh petugas dengan alasan tempat tidur baik di IGD atau kamar perawatan penuh," kata Suparnyo.

Setelah mendapat perawatan, keluarga membawa pasien ke rumah sakit swasta di Bumiayu."Tindakan rumah sakit yang menolak saat pasien masih berada di mobil menunjukkan kinerja pelayanan RSUD Bumiayu kurang profesional," kata dia.

Semestinya, informasi terkait ketersediaan kamar perawatan disampaikan setelah pasien mendapatkan pertolongan atau pemeriksaan medis di IGD."Pasien yang datang harus disambut dengan baik. Layani dulu, baru kemudian berikan penjelasan jika memang tidak ada tempat tidur (penuh)," kata Suparnyo

Minta Maaf

Menurut Suparnyo, kritik disampaikan agar ada perbaikan pelayanan."Pihak rumah sakit sudah meminta maaf ke pasien dan keluarganya. Semoga ke depan pelayanan RSUD Bumiayu lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bumiayu dr Ali Budiarto menegaskan tidak ada penolakan pasien. Yang terjadi adalah ketika pasien datang, petugas menghampiri dan menginformasikan secara santun bahwa tempat tidur di seluruh ruangan telah penuh.

Setelahnya, pasien yang bersangkutan juga tetap mendapatkan pemeriksaan medis. Masalah itu akibat miskomunikasi ini sudah selesai. "Tim kami sudah menemui pasien dan keluarganya. Sudah selesai, tidak ada persoalan," katanya.

"Jadi tidak ada penolakan,’’ tegas Ali. Petugas hanya ingin menginformasikan ketersediaan tempat tidur perawatan, mengingat sebelumnya ada keluarga pasien marah lantaran sejak awal atau saat kali pertama tiba di IGD, tidak diinformasikan kamar perawatan penuh.


(Teguh Inpras Tribowo/CN19/SM Network)