• KANAL BERITA

Penyandang Disabilitas Dibantu Mendapat SIM

Petugas Polres Jepara memberi arahan salah satu penyandang disabilitas di halaman Polres Jepara, Kamis (25/7). (suaramerdeka.com/dok)
Petugas Polres Jepara memberi arahan salah satu penyandang disabilitas di halaman Polres Jepara, Kamis (25/7). (suaramerdeka.com/dok)

JEPARA, suaramerdeka.com - Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Jepara, Nur Hidayat, membantu pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) D khusus penyandang disabilitas di Kota Ukir. Upaya ini dilakukan agar warga berkebutuhan khusus itu tak lagi "kucing-kucingan" dengan petugas kepolisian saat berkendara di jalan raya.

Nur Hidayat tak sendirian dalam kegiatan ini. Ia bersama relawan Volunteer Jepara mendata dan sekaligus memfasilitasi para penyandang disabilitas itu. Total ada 35 warga berkebutuhan khusus yang difasilitasi agar memperoleh lisensi berkendara di jalan raya. Mayoritas adalah tuna daksa, namun ada juga tuna rungu dan lainnya.

"Mereka sebenarnya juga ingin taat peraturan lalu lintas. Makanya kita fasilitasi agar tak perlu kucing-kucingan lagi dengan petugas," kata Nur Hidayat, saat ditemui, Kamis (5/7).

Menurut Nur Hidayat, jumlah penyandang difabel di Kabupaten Jepara sekitar 6.000 orang. Sekitar 200 orang sudah masuk dalam komunitas yang menaungi warga berkebutuhan khusus.

"Kita fokus memberikan pendampingan kepada rekan difabel. Secara bertahap akan terus kita fasilitasi. Nanti masih akan ada pembuatan SIM D lagi,'' tuturnya.

Meski berstatus difabel, namun proses untuk mendapatkan SIM yang dijalani juga sama dengan warga pada umumnya. Warga berkebutuhan khusus ini juga harus lolos tes kesehatan hingga uji berkendara dengan kendaraan mereka.

"Kita juga salut dengan petugas Polres Jepara. Mereka menyambut baik dan memberikan pelayanan optimal. Bahkan petugas membantu tahapan demi tahapan pembuatan SIM D," jelas Nur Hidayat.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, jajarannya memprioritaskan pembuatan SIM D khusus penyandang disabilitas. Meski begitu, jajarannya juga mensyaratkan hal-hal khusus terkait keselamatan berkendara. Semisal untuk penyandang tuna rungu harus memiliki alat bantu dengar.

"Itu penting untuk keselamatan mereka. Prinsipnya untuk pelayanan kami berikan yang terbaik untuk penyandang difabel," ucap AKBP Yudhianto.

Sementara itu, salah seorang penyandang difabel, Ismail mengaku bersyukur akhirnya bisa mengantongi SIM D. Lelaki yang tiap hari berjualan asongan dengan menggunakan sepeda motor ini mengaku sudah delapan tahun menginginkan SIM D.

"Biasanya kucing-kucingan dengan petugas. Tapi sekarang saya senang dan lega karena punya SIM D. Berkendara di jalan raya juga lebih nyaman,” tandas warga Desa Senenan Kecamatan Tahunan, Jepara ini.


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)