• KANAL BERITA

Bunga KPR Bisa Nol Persen

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang membebaskan besaran uang muka untuk kredit pemilikan rumah (KPR) disambut positif para pengembang dan perbankan di Solo. Pasalnya, kebijakan Loan To Value (LTV) yang diterapkan mulai awal Agustus itu memungkinkan perbankan memberi down payment (DP) 0 persen bagi para konsumen untuk pembelian rumah pertama.

Sebelumnya, BI menetapkan DP atau uang muka sebesar 30 persen kemudian direvisi 10 persen untuk KPR rumah pertama, untuk pembelian rumah kedua atau ketiga sekitar 20 hingga 30 persen. "Dengan kebijakan LTV yang baru itu, perbankan bisa melakukan relaksasi down payment KPR sesuai keinginan konsumen," kata Kepala Real Estate Indonwsia (REI) Kota Solo, Anthony Abadi Hendro.

Anthony mengakui, tingginya uang muka KPR menyebakan penjualan perumahan tersendat di 2017, terutama perumahan bersubsidi. Sebab, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merasa terlalu berat dengan uang muka KPR yang tinggi, ditambah kondisi ekonomi nasional yang belum begitu baik. "Kami berharap, dengan kelonggaran uang muka, seribu unit rumah bersubsidi di berbagai daerah di Soloraya yang nganggur di 2017 bisa habis terjual tahun ini," katanya.

Terpisah, Kepala Cabang BTN Solo, Anggarani berharap, dengan adanya ketentuan baru LTV nantinya akan menguntungkan konsumen, selain perbankan dan pengembang properti. Keuntungan konsumen, kata dia, karena uang lebih ringan. "Untuk pembelian rumah pertama, ketentuan uang muka diserahkan ke bank, sedang untuk rumah kedua dan seterusnya LTV sekitar 80 hingga 90 persen. Kalau dulu ketentuan itu beragam," kata Rani.

Hal senada dikatakan pimpinan cabang BRI cabang Sudirman Solo Andy Sulistyo. Menurut dia, kebijakan pembebasan besaran uang muka KPR yang mulai berjalan awal Agustus nanti akan menguntungkan semua pihak. Sesuai aturan yang berjalan saat ini, untuk pembelian rumah petama nonsubsidi uang muka 10 persen. "Itu pun hanya bagi pengembang yang memiliki perjanjian dengan bank," kata Andy.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)