• KANAL BERITA

Jamaah Tertipu Seratusan Juta Rupiah

Pelaku tindak pidana penipuan Tunjung Hariyadi (kanan) diperiksa polisi di Mapolres Pekalongan kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)
Pelaku tindak pidana penipuan Tunjung Hariyadi (kanan) diperiksa polisi di Mapolres Pekalongan kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kejahatan dengan modus penggandaan uang masih saja terjadi. Sejumlah jamaah pengajian yang dipimpin pelaku Tunjung Hariyadi (33), warga Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, tertipu ratusan rupiah.

Salah satu korban, Namarso Andriniyasin (43), warga Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang menuturkan, kejadian sekitar Juli hingga Desember 2017 lalu. Bermula ketika korban bersama kedua rekannya warga Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan Aang Hasanudin (34) dan Slamet Abdul Nasir (49) mengikuti pengajian pelaku.

Di perjalanan pengajian yang digelar di Perum Pisma Kelurahan Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, pelaku terus membujuk dan merayu para jamaah untuk memberikan mahar agar bisa melipat gandakan uang hingga bisa mendatangkan emas dan dolar dengan jumlah banyak. Dengan bujukan tersebut, korban akhirnya mentransfer sejumlah uang dengan kerugian sekitar Rp 118 juta.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom mengatakan, dari laporan korban polisi berhasil menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa tiga buku tabungan Bank BCA, buku kitab mujahadah, satu buah keris warna hitam, satu buah batu pusaka, satu untai kalung imitasi, kartu ATM Bank BCA dan Bank Mega Syariah, satu lembar bukti slip setoran uang Bank BCA, beberapa lembar bukti slip transfer uang dari korban ke tersangka dan satu buah HP Nokia Seri 320 warna hitam milik pelaku.

‘’Kepada warga sekitar, tersangka mengaku sebagai orang pintar berilmu tinggi. Tersangka begitu lihainya meyakinkan untuk memikat para korbannya sampai mau menyerahkan uang dalam jumlah besar dengan harapan bisa digandakan berkali-kali lipat,’’ terang dia.

‘’Kami masih mendalami kasus ini. Apakah masih ada korban lain atau tidak. Saya imbau kepada masyarakat segera melapor jika ada yang merasa ditipu oleh pelaku. Adanya kejadian ini diimbau agar tidak mudah tergiur kepada seseorang yang mampu melipat gandakan uang,’’ tandasnya.


(Siti Masithoh/CN41/SM Network)