• KANAL BERITA

Rencana Pembukaan Jalan Tol Sragen-Ngawi Molor

Sejumlah kendaraan melintas di tol Soker kawasan Sawahan, Ngemplak, Boyolali, saat sejumlah pekerja melakukan perawatan rutin di jalan bebas hambatan itu, kemarin. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)
Sejumlah kendaraan melintas di tol Soker kawasan Sawahan, Ngemplak, Boyolali, saat sejumlah pekerja melakukan perawatan rutin di jalan bebas hambatan itu, kemarin. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Rencana pembukaan jalan tol Sragen-Ngawi molor lantaran menunggu beberapa bulan, setelah lima pembangunan overpass rampung. PT Jasa Marga Solo Ngawi (PT JSN) memperkirakan penyelesaian pekerjaan fisik overpass yang saat ini memasuki pengerjaan konstruksi rampung akhir September.

Dirut PT JSN, David Wijayatno, mengakui selain overpass, proses pembebasan lahan sekitar overpass belum kelar. "Khusus ruas tol Sragen-Ngawi masih ada kontruksi lima overpass, dan kami masih menunggu proses pembebasan lahan milik warga sekitar overpass, target kami konstruski selesai akhir September (2018)" kata David, kemarin.

PT JSN mendukung upaya menyelesaikan tahapan pengadaan tanah agar pekerjaan fisik bisa selesai. Tol Sragen-Ngawi semula akan dibuka Juli mundur menjadi September. "Kami mendukung panitia pengadaan tanah untuk menyelesaikan proses pembebasan lahan, agar pekerjaan fisik pembangunan overpass, bisa diselesaikan sesuai taret," jelasnya.

Jadi Molor

David menguraikan, dampak belum selesainya pembangunan jembatan layang di atas jalan tol ini berpengaruh pada pengoperasian salah satu ruas tol Trans Jawa tersebt. Idealnya tol bisa dioperasikan Juli 2018, menjadi molor sampai dengan akhir tahun ini.

"Semoga September 2018, overpass rampung dikerjakan dan dilanjutkan dengan pengeoprasioan tol secara menyeluruh dari Colomadu-Sragen-Ngawi," ujarnya.

Staf Bagian Hukum, Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Lahan, Qomaruzzaman, membenarkan tahapan pembebasan lahan di sejumlah ruas tol Sragen-Ngawi. Saat ini proses pembebasan lahan sedang dikerjakan oleh PPK Lahan.


(Budi Sarmun/CN41/SM Network)