• KANAL BERITA

Buron, Pelaku Kredit Fiktif Ditangkap

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

PEMALANG, suaramerdeka.com - Mantan karyawan bagian dana pada PD BKK Cabang Belik, Pemalang, Iwan Setyanto akhirnya ditangkap, setelah buron Kejaksaan Negeri Pemalang sejak kasus itu diusut pada Agustus 2017.

Tersangka pelaku kredit fiktif itu ditangkap di rumah temannya di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Selasa (3/6) siang. Malamnya Kasi Pidana Khusus Purjio dan Kasi Intel Wahyu Hidayat membuka konferensi pers kepada para wartawan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang, Ferizal, melalui Purjio dan Wahyu Hidayat menjelaskan, proses penangkapan Iwan cukup merepotkan. Pencarian selama enam bulan, sejak tiga kali mangkir dalam pemeriksaan.

''Berdasarkan pantauan, yang bersangkutan pergi ke Jakarta dengan alamat berpindah-pindah. Terakhir tinggal di Depok, pindah ke Desa Dawuhan, Brebes. Ketika berada di desa itu kami lakukan penangkapan,'' kata Purjio.

Dalam kasus itu tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama dua rekannya yang sudah ditangkap lebih dulu. Yaitu Harun Zain (44) warga Belik, mantan Kasi Pemasaran PD BKK Cabang Belik.

Jalani Vonis

Keduanya sedang menjalani hukuman vonis Pengadilan Tipikor Semarang selama lima tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider tiga bulan dan membayar uang pengganti Rp 5 miliar subsider tiga tahun enam bulan. Lalu Zaidin Mustofa, warga Belik mantan karyawan bagian kredit, dan kini sedang menjalani penyidikan.

Ketiga tersangka tersebut sama-sama dituduh melakukan tindak pidana korupsi dengan membuat kredit fiktif dan pinjaman domplengan. Modus operandinya tersangka mencatut nama-nama nasabah yang sudah lunas diajukan untuk mendapatkan kredit baru.

''Nasabah yang bersangkutan tidak tahu. Bahkan ada yang  tidak pernah berhubungan dengan yang bersangkutan tetapi ada datanya sebagai peminjam,'' ujar Wahyu.

Berdasarkan audit awal Inspektorat Pemalang, Iwan, melakukan kredit fiktif dengan mencatut 221 nasabah yang sudah lunas. Kredit baru yang diajukan nilainya Rp 2,36 miliar, namun dalam penanganan perkara tersebut Kejari akan meminta audit lagi kepada Inspektorat.

Tersangka Iwan Setyanto berdalih sebenarnya tidak menghindar dari panggilan Kejari, tetapi tidak datang, dengan alasan usaha. Dia mengaku bekerja di PD BKK Belik sebagai Kasi Dana. Dalam kasus, dia melakukan kredit fiktif dan kredit domplengan selama dua tahun yang mencatut sekitar 110 nama nasabah.


(Saiful Bachri/CN41/SM Network)