• KANAL BERITA

Lima Tahun, Bendung Kembang Mangkrak

Bendung Kembang di Sungai Keruh, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, sudah lima tahun ini dalam kondisi rusak. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
Bendung Kembang di Sungai Keruh, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, sudah lima tahun ini dalam kondisi rusak. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com - Bendung Kembang di Sungai Keruh, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, dibiarkan mangkrak. Sehingga kerusakan makin parah, setelah jebol sejak lima tahun lalu.

Infrastruktur pertanian tersebut belum mendapatkan perbaikan. Padahal bendung ini memegang peran penting bagi kelangsungan sektor pertanian padi di tiga kecamatan. Yakni Sirampog, Bumiayu, dan Tonjong.

Petugas ulu-ulu desa setempat, Suripno mengatakan, kerusakan bendung mulai terjadi pada tahun 2013. Saat itu, mercu atau badan bendung jebol dihantam banjir. "Belum lagi diperbaiki, pada tahun 2017, giliran bangunan pintu air bendung ambruk terseret banjir," kata Suripno.

Bendung Kembang, kata dia, berfungsi untuk pengairan bagi lebih dari 500 hektare sawah di sejumlah pedesaan di tiga kecamatan. Yakni Sirampog, Bumiayu dan Tonjong. "Sampai sekarang belum ada tanda tanda akan ada perbaikan," kata dia.

Bendung Darurat

Untuk pengairan sawah, kata Suripno, petani mengandalkan bendung darurat yang dibangun 100 meter di hulu Bendung Kembang. Bendung darurat dimaksud adalah batu yang ditumpuk untuk membendung sungai.

Air yang terbendung itu kemudian diarahkan masuk ke saluran irigasi bendung Kembang. "Sekarang masih pakai bendung darurat. Tapi air kurang maksimal. Petani mengharapkan ada perbaikan permanen pada bendungan tersebut," katanya.

Dana Besar

Selain pasokan air kurang maksimal, bendung darurat ini memiliki kelemahan cepat rusak. Terutama pada musim hujan atau saat arus sungai deras. "Kalau bendung darurat rusak, ya petani turun ke sungai untuk melakukan perbaikan. Begitu seterusnya," kata dia.

Kades Benda, Naghib Shodiq mengatakan, kerusakan Bendung Kembang sudah lama diusulkan Pemkab Brebes dan Pemprov Jateng. Diakuinya, perbaikan bendung butuh dana besar. "Butuh dana sekitar Rp 3 miliar untuk membangun kembali bendung tersebut. Oleh karena itu, kami berharap Pemprov bisa membantu," katanya.

Ketua LSM Penyelamat Air, Tanah dan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (Patal DAS), M Jamil, berharap Pemprov membantu perbaikan Bendung Kembang. "Kalau melihat luasan areal yang di bawah 1.000 hektare bukan kewenangan provinsi. Tapi apakah kesulitan petani akan dibiarkan begitu saja," katanya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN41/SM Network)