• KANAL BERITA

Romi: Upaya Pisahkan Agama dengan Nasionalisme Sangat Memprihatinkan

Foto: romahurmuziy.com
Foto: romahurmuziy.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Maraknya upaya memisahkan agama dan nasionalisme belakangan ini, dinilai memprihatinkan. Padahal, para ulama yang ikut mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan, selalu menyuarakan nasionalime.

"Akhir-akhir ini, ada yang kencang mewacanakan untuk memisahkan agama dan nasionalime, khususnya di media sosial," kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy saat menghadiri halalbihalal di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Selain itu, lanjutnya, ada pula kelompok gerakan Islam transnasional, yang berupaya mengaburkan batas nasionalisme. Bahkan mereka menganggap orang yang terlalu nasionalis adalah kurang islamis.

"Untuk itu, semua pihak perlu betul-betul mewaspadai persoalan tersebut. Karena bukan tidak mungkin, upaya kotor dari sebagian kecil kelompok tersebut akan membuat bangsa ini masuk dalam pertikaian yang berkepanjangan," ujarnya.

Hal itu sudah banyak contohnya di negara-negara Timur Tengah. Ketika pengaburan nasionalisme diinsiasi kelompok kecil seperti di Syiria dan negara lain, ternyata menimbulkan pertikaian yang besar dan tidak terkendali.

"Salah satu cara untuk mengaburkan Islam dan nasionalisme adalah dengan mempertanyakan dalil tentang nasionalisme. Ada ceramah ustad yang mengatakan nasionalisme bukan dari ajaran Islam," tandasnya.

Padahal, kata dia, gerakan Islam di era tahun 1900-an menginsiasi pemersatuan agama dan nasionalisme. Hal itu kemudian terwujud dalam Pancasila.

"Menurutnya, upaya mempersatukan agama dan nasionalisme, dilakukan oleh organisasi dan gerakan Islam. Baik itu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Partai Sarekat Islam," paparnya.


(Saktia Andri Susilo/CN41/SM Network)