• KANAL BERITA

Maybank Foundation Fokus Pemberdayaan Mikro-UKM Penyandang Disabilitas

foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Maybank Foundation semakin intens menggelar pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas (Reach Independence & Sustainability Entrepreneurship -RISE).

Menurut CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, pogram RISE bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM penyandang disabilitas. Intensitas pelaksanaan itu tak terlepas dari tren positif pelaksanaan program tersebut.

"Dari awal implementasi program hingga Juni 2018, sebanyak 40 persen peringkat terbaik dari penyandang disabilitas yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai atau meningkatkan kapabilitas usaha hingga 269,1 persen," katanya di sela-sela gelaran RISE di Bandung, Rabu (4/7).

Diharapkan langkah tersebut dapat memberikan dampak positif termasuk bagi komunitas di sekitarnya. Dengan peningkatan kapabilitas usaha, katanya, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain.

"Itu termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya," tandasnya sambil menyebut gelaran RiSE di Bandung melibatkan 45 peserta.

Para peserta itu memiliki beragam lini usaha, mulai dari penjahit, penjual makanan, jasa reparasi elektronik, pembuat kue dan kue kering, hingga pembuat kaki prostetik. Pelaksanaan program RISE di Bandung ini adalah rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan hingga 2019.

Cakupannya adalah 13 kota di Indonesia termasuk pelaksanaan pilot project di Jakarta dan Yogyakarta, sebelum digelar di daerah lain termasuk Bali, Banten, Bogor, Bekasi, Malang, Medan, Makassar dan Depok.

Dalam masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset). Selanjutnya usaha mereka dipantau dalam program mentoring


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)