• KANAL BERITA

Ajukan AHY, Demokrat Ingin Poros Ketiga

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Paket Agus Harimurti Yudhoyono tampaknya mulai dikristalkan dalam menghadapi Pilpres 2019. Poros ketiga pun menjadi opsi yang bakal diajukan Partai Demokrat. Terlebih, keinginan tersebut didukung pula aspirasi dari daerah.

Dalam silaturahmi bersama pengurus dan kader partai bintang mercy itu di Bandung, Selasa (3/7), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menggelar semacam survei internal.

Voternya terdiri dari pengurus provinsi, kabupaten, kota, anggota legislatif hingga kader daerah. "Hasilnya, 94 persen menginginkan poros ketiga di Pilpres nanti," kata Sekjen Hinca Panjaitan.

Keinginan daerah itu menjadi masukan bagi DPP dalam menentukan keputusan final menjelang pendaftaran kandidat, Agustus mendatang. Tak hanya Jabar, mereka pun akan menjaring aspirasi serupa di Jateng dan Jatim.

Kenapa poros ketiga, Hinca menyebut karena pihaknya menginginkan alternatif. Munculnya keinginan menduetkan JK-AHY adalah bagian dari dinamika tersebut. Duet tersebut, katanya, belum final.

"Poros ketiga ini biar banyak pilihan. Yang jelas semua proses berjalan terus, kemungkinan last minute keputusannya, tapi kita akan menentukannya dalam 30 hari yang menentukan ini," katanya.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Irfan Suryanagara, keinginan wilayahnya memunculkan poros ketiga lebih karena faktor AHY. Pihaknya ingin putra sulung SBY itu bisa diajukan sebagai kandidat terutama posisi Cawapres.

"Kami ingin mengusung kader sendiri yakni AHY. Tak masalah sama siapa pun masalahnya. Yang jelas ada wakil Demokratnya," tandasnya.

Karena itu, pihaknya tak mempermasalahkan siapa pun komposisinya pada Pilpres mendatang sepanjang Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat itu masuk dalam bursa pencalonan.

"Apakah dengan Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, JKW, Prabowo, atau pun JK, hingga Chairul Tanjung, terbuka saja, AHY untuk diduetkan," tandasnya sambil menyebut poros ketiga itu sebagai penyegaran di antara poros yang ada.


(Setiady Dwi/CN40/SM Network)