• KANAL BERITA

Golkar Jabar Ingin Airlangga Ditetapkan Jadi Cawapres Jokowi

Minta Gelaran Rapimnas

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - DPD Partai Golkar Jabar mendorong Ketua  Umum-nya, Airlangga Hartarto sebagai pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Untuk itu, mereka meminta supaya Rapimnas partai digelar secepatnya guna penetapan duet tersebut. Pasalnya, langkah tersebut terkait pula dengan masa depan partai.

"Saya mengusulkan DPP segera menggelar Rapimnas untuk memutuskan ketua umum sebagai Cawapres. Ini juga demi menjaga marwah dan kewibawaan partai, ini sebuah keharusan," kata Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (3/7).

Menurut dia, adalah hal yang lumrah untuk mengajukan Airlangga Hartarto di posisi strategis. Terlebih, partai beringin mempunyai posisi tawar yang kuat sebagai partai pemenang kedua Pemilu 2014. Dia menyakini Airlangga Hartarto bisa diterima.

Usulan untuk menggelar Rampinas, jelasnya, merujuk pula pada proses pendaftaran Pilpres yang semakin dekat, Agustus mendatang. Dedi mengaku sudah mengirimkan surat ke DPP untuk usulan tersebut.

"Sungguh ironis, kita memiliki 14,75 persen suara dukungan tapi tak mempunyai kandidat Cawapres, karena itu kita harus mendorong figur dari Golkar, sendiri," tandasnya.

"Ini juga sekaligus untuk meningkatkan elektabilitas dan semangat kader di lapangan, karen Capresnya kan sudah jadi keputusan, jadi Cawapresnya harus berasal dari Partai Golkar," imbuh mantan Bupati Purwakarta.

Sebelumnya, Golkar memang menyatakan sudah mantap mengusung Jokowi menjadi Capres di Pilpres 2018. Sang presiden tinggal menunggu teman duetnya guna melanjutkan periode kedua kepemimpinannya.

Sejumlah alasan dukungan dikemukakan Dedi Mulyadi. Di antaranya pertimbangan daya tawar partai pada saat pesta demokratis lima tahunan tersebut digelar terutama atas implikasi ketokohan dalam menarik pemilih. Terlebih pada Pemilu mendatang, hajatan Pileg dan Pilpres digelar bersamaan. "Ketokohan kandidat akan memiliki implikasi yang cukup luas, terutama ke pemilih," ingatnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)