• KANAL BERITA

Penambang Diingatkan Bantu Perbaiki Jalan Rusak

Petugas Dinas Perhubungan membantu sopir menutup bak truk yang memuat galian C dalam razia  yang digelar beberapa waktu lalu. (Suaramerdeka.com/ Rosyid Ridho)
Petugas Dinas Perhubungan membantu sopir menutup bak truk yang memuat galian C dalam razia yang digelar beberapa waktu lalu. (Suaramerdeka.com/ Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Pemerintah Kabupaten Kendal kembali mengingatkan para pemilik tambang galian C di Kabupaten Kendal untuk membantu memperbaiki jalan rusak. Pasalnya, sejumlah jalan kabupaten rusak parah karena saban hari dilalui truk yang membawa muatan galian C. Beberapa diantaranya seperti di Kaliwungu dan Pegandon.

Bupati Mirna Annisa menyampaikan hal itu pada acara Halalbihalal Paguyuban Penambang Kabupaten Kendal yang digelar di Hotel Sae Inn, Kendal, Selasa (3/7). Halalbihalal itu diikuti 33 pemilik tambang galian C yang tersebar di Kabupaten Kendal.

Dia mengatakan, salah satu penyebab jalan rusak, karena banyak truk muat galian C yang melebihi tonase. Kondisi itu menyebabkan jalan cepat rusak. ‘’Perbaikan jalan rusak bisa diambilkan melalui dana CSR perusahaan tambang. Mereka saya ingatkan untuk membantu memperbaiki jalan rusak tersebut,’’ kata dia.  

Dia mengatakan, Pemkab Kendal siap membantu proses perijinan tambang, asalkan tidak melanggar peraturan dan menenuhi kriteria yang ada. ‘’Jika mereka mengajukan izin tambang dan memenuhi aturan, tentu perizinan akan diberikan,’’ tambahnya.

Sekretaris Paguyuban Penambang Kendal, Slamet Sujaryanto, menyatakan, selama ini proses perizinan tambang di Kendal cukup mudah. Perizinan ada di Dinas Lingkungan Hidup Kendal dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng.

‘’Jumlah pemilik tambang di Kabupaten Kendal sebanyak 33 orang. Lahan yang bisa ditambang antara lain Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Limbangan, Pageruyung, dan Pegandon,’’ tutur dia.

Pihaknya kerap mengingatkan pemilik tambang maupun sopir untuk selalu menutup bak truk menggunakan terpal. Pemberian terpal merupakan syarat wajib untuk membawa muatan. Termasuk batas tonase sudah diingatkan. ‘’Sering terjadi di lapangan, sopir lupa tidak memberi terpal bak truknya. Kami sudah mengingatkan pemilik tambang untuk membantu memperbaiki jalan rusak melalui dana CSR,’’ jelasnya.


(Rosyid Ridho/CN33/SM Network)