Kemendikbud Berikan Penghargaan Kihajar kepada Tujuh Wali Kota

- Sabtu, 13 Oktober 2018 | 02:09 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Keberhasilan pemerintah daerah (pemda) yang berprestasi dalam pendayagunaan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Hal itulah membuat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Bisa (Kihajar) tahun 2018, kepada tujuh walikota, yakni Bandung, Surabaya, Balikpapan, Malang, Gorontalo, Singkawang, dan Bukittinggi. 

"Para walikota ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain karena mau tidak mau TIK menjadi suatu keharusan di era digital," ujar Gogot dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (12/10).

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa program TIK sudah jalan diwilayahnya. Hal tersebut, terbukti dengan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

"Anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBD lebih banyak di banding bantuan pusat," kata Ramlan.

"Diharapkan, apa yang dilaksanakan di sekolah favorit bisa ditularkan ke lainnya. Jadi enggak ada sekolah favorit dan non favorit. Semua harus sama," tegasnya. 

Sementara Walikota Gorontalo Marthen Taha mengungkapkan, TIK sudah jadi teman siswa dan masyarakat. Ini lantaran adanya program cyber school dan technopark. Cyber school khusus guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Sedangkan technopark untuk masyarakat umum.

"Ruang terbuka umum kami fasilitasi dengan internet. Jadi semua bisa connecting. Bahkan saya bisa memantau para kadis, camat dan lurah yang tidak salat,"tandasnya.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X