70 Persen Kawasan Kumuh Terentaskan

- Kamis, 27 September 2018 | 11:20 WIB
Ilustrasi Istimewa
Ilustrasi Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) terus bergulir di Kabupaten Sleman. Sejak diberlakukan pada tahun 2016 sampai saat ini sudah 70 persen yang terentasakan dari total luasan 162,23 hektare wilayah kumuh di Sleman.

Hasil itu dicapai dengan menggunakan kolaborasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten. Sejauh ini, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman telah melakukan intervensi di 29 kawasan kumuh.

“Pengentasan pemukiman kumuh sudah efektif. Stakeholder sudah satu bahasa, tahun depan 16 lokasi kumuh yang tersisa akan kami intervensi,” kata Kepala Seksi Perumahan Formal DPUPKP Sleman Muhamad Nurrochmawardi disela acara pelatihan pemukiman tanpa kumuh di Hotel Savita Inn Sleman, Kamis (27/9).

Sebelumnya, Pemkab Sleman melalui SK Bupati Nomer 14.31/Kepa.KDH/A/2016 telah menetapkan 45 lokasi di perkotaan pada enam kecamatan yaitu Depok, Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik, dan Godean. Kedepan, SK tentang Kawasan Pemukiman Kumuh yang sudah diterapkan akan terus diperbaiki dan disempurnakan. 

Selain itu,  akan dibuat dan ditetapkan Perbup untuk melakukan intervensi pencegahan di lokasi rentan kumuh. Pihaknya berharap kepada desa yang telah dikukuhkan sebagai relawan untuk lebih merapatkan barisan, karena masih banyak diskusi evaluasi terkait program pengentasan pemukiman kumuh.

"Lewat pelatihan ini, kami ingin mengajak semua pelaku yang terlibat dalam pengentasan pemukiman kumuh supaya dapat memahami peran masing-masing, serta berkolaborasi," katanya.

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara DPUPKP Sleman dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Cipta Karya DIY. Kegiatan yang diadakan selama dua hari, Rabu (26/9) dan Kamis (279) ini diikuti oleh 225 peserta dari kalangan camat, kepala desa, dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya DIY Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Tri Rahayu meminta para peserta untuk menularkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan kepada warga di lingkungannya masing-masing. Khususnya terhadap warga yang tinggal di sepanjang sungai sehingga tidak membuang limbah sembarangan.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X