YKAN Kenalkan Mitra Korporasi untuk Selamatkan Hutan Mangrove

- Kamis, 30 Mei 2019 | 10:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) afiliasi dari The Nature Conservancy memperkenalkan mitra korporasi yang telah memberikan dukungan, kontribusi, dan komitmen menyelamatkan hutan mangrove dan ekosistemnya dalam acara MERA Media Exporse, di Agneya Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,

Sejak diluncurkan pada 26 Juli 2018, Mangrove Ecosystem Restoration Alliance atau Aliansi Restorasi Ekosistem Mangrove (MERA) telah menjalin mitra dengan Asia Pulp and Paper (APP/Sinar Mas), Indofood Sukses Makmur, Chevron Pacific Indonesia, dan segera bergabung Djarum Foundation.

Acara ini juga dihadiri oleh Board of Trustee Sarwono Kusumaatmadja, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ahmad Munawir, Guru Besar Ilmu Ekologi Pesisir dan Laut Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Dietriech G. Bengen, DEA, serta corporate champion YKAN Franky Welirang.

Pembahasan mengenai program MERA dibahas dalam diskusi panel bersama mitra MERA, yakni Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APP Elim Sritaba, Head of Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana, dan Senior VP Corporate Affairs PT Chevron Pacific Indonesia Wahyu Budiarto.

MERA merupakan sebuah platform kemitraan yang bekerja sinergis untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove. Program kerja MERA pun berlandaskan kajian ilmiah yang kuat sebagai acuan untuk membuat rencana desain restorasi hutan mangrove. Hal ini penting untuk mendukung kembalinya fungsi hutan mangrove sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar kumpulan pohon-pohon mangrove.

“Dalam acara Meraa Media Expose ini, kami mengingatkan pentingnya mangrove untuk kehidupan masyarakat terutama yang tinggal di daerah pesisir. Namun, untuk melestarikan dan menjaga keberlangsungan tanaman mangrove, YKAN tidak dapat bergerak sendiri dan membutuhkan bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah menunjukan kepeduliannya dan konsisten mendukung program konservasi hutan mangrove dengan cara bergabung dalam MERA,” jelas Ketua Yayasan Konservasi Alam Nusantara Rizal Algamar, di Jakarta

Ekosistem hutan mangrove merupakan ekosistem penting di kawasan pesisir. Diperkirakan, 80 persen hasil ikan tangkap di dunia bergantung pada hutan mangrove, baik secara langsung maupun tidak. Akarnya yang rapat dan lingkungan vegetasi di sekitarnya berperan penting untuk menyaring air dari kotoran dan polutan lainnya untuk menghasilkan air bersih.  

Editor: Andika

Tags

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X