Amandemen Penambahan Masa Jabatan Presiden Bahaya, Pengamat Politik: Masih Banyak yang Mampu Pimpin Bangsa Ini

- Senin, 30 Agustus 2021 | 16:21 WIB
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/dok)
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945 harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebab bila amandemen dipaksakan dilakukan dengan melebar ke penambahan masa jabatan presiden, akan sangat bahaya.

"Hati-hati dengan amandemen. Jika dipaksakan menambah masa jabatan presiden, maka bisa terjadi chaos," kata Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Media Center MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/8).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Refleksi 76 Tahun MPR Sebagai Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat.' Menurutnya, menambah masa jabatan dengan memanfaatkan pandemi Covid-19 perlu dikritik keras.

Baca Juga: Mobilitas Warga di Jabar Mulai Naik, Ridwan Kamil: Jangan Euforia

"Bukankah dari 270 juta rakyat Indonesia, banyak yang mampu? Berilah kesempatan untuk memimpin bangsa ini," ujarnya.

Dia menambahkan, bila kekuatan koalisi partai pendukung pemerintah di parlemen tiba-tiba menyusupkan pasal penambahan masa jabatan presiden, maka rakyat dan mahasiswa pasti akan bergerak. Sebab, mereka lebih membutuhkan makan, pekerjaan dan kesehatan dibanding masa jabatan.

"Ada banyak indikator amandemen akan dibelokkan ke penambahan masa jabatan. Suasana kebathinan rakyat saat ini tidak menginginkan hal itu dan mengapa parpol hanya diam," kritiknya.

Baca Juga: PTM Hari Pertama, Anak-anak Diedukasi soal Covid-19 dan Terapkan Prokes

Termasuk saat pimpinan parpol bertemu dengan Presiden Joko Widodo, yang penuh dengan puja puji. Hal itu menurutnya berbahaya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X