Hati-hati Tangani Limbah Covid-19, Ada Kenaikan 30 Persen per Hari Selama Pandemi

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:41 WIB
Edward Nixon Pakpahan dari Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kementerian LHK menyampaikan materi saat Pelatihan Penguatan Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kementerian KomInfo, KPCPEN dan Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka. (suaramerdeka.com/dok)
Edward Nixon Pakpahan dari Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kementerian LHK menyampaikan materi saat Pelatihan Penguatan Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kementerian KomInfo, KPCPEN dan Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan banyak orang terinfeksi. Pandemi juga menghasilkan limbah medis yang tergolong bahan beracun dan berbahaya.

Setiap hal yang bersentuhan dengan pengidap Covid-19 harus dilakukan sebagai benda infeksius.

"Sebelum pandemi, rata-rata dihasilkan 400 ton limbah medis per hari. Sementara selama pandemi, limbah medis meningkat menjadi 520 ton per harinya. Jadi harus dimusnahkan, dibakar," kata Edward Nixon Pakpahan dari Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca Juga: Turunkan Angka Kematian, Pasien Isoman Diimbau Mau Isoter

Edward mengatakan hal itu saat Pelatihan Penguatan Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dan Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka secara virtual, kemarin.

Selain soal limbah, pelatihan itu juga membahas penyebaran disinformasi semasa pandemi.

Edward mengatakan, ada kenaikan limbah medis hingga 30 persen per hari selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Untuk penanganannya, Kementerian LHK membangun insenerator di berbagai daerah sejak tahun lalu.

Pembangunan berbagai insinerator tambahan itu bisa memusnahkan total 150 ton limbah medis per hari.

"Covid-19 ini berbahaya, semua yang terkait harus ditangani serius. Masker, sekalipun tidak dipakai orang terpapar, harus ditangani dengan baik," kata Edward.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X