Turunkan Angka Kematian, Pasien Isoman Diimbau Mau Isoter

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 17:15 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjono didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (suaramerdeka.com/dok) (
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjono didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (suaramerdeka.com/dok) (

DENPASAR, suaramerdeka.com - Warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih melaksanakan isolasi mandiri, diimbau untuk mau melaksanakan isolasi terpusat. Hal itu demi kesehatan keluarga dan lingkungan.

"Walaupun pasien isoter saat ini tinggi, namun masih ada warga yang isoman. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk ke isoter harus terus ditingkatkan," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjono di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu, 29 Agustus 2021.

Hal itu disampaikannya saat meninjau isoter bagi masyarakat Bali dan sekitarnya. Dalam kesempatan itu, Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, isoter juga dimaksudkan untuk menurunkan angka kematian. Oleh karena itu pula, dia mengimbau agar masyarakat menyampaikan kepada saudara atau kerabat yang saat ini tengah menjalani isoman.

Baca Juga: Update 29 Agustus: Bertambah 7.427 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Terus Melandai

"Bagaimana tempat isoternya? Cukup nyaman bukan? Makanannya bagaimana? Walaupun pemandangan indah, makanan juga nikmat, tapi isoternya jangan diperpanjang harinya ya," ujar Panglima TNI.

Sebelumnya dalam diskusi penanganan Covid-19 dan tatap muka bersama Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali.

Hadi mengatakan provinsi tersebut masih menduduki empat besar. Dimana angka jumlah kematian tertinggi dibawah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Diperlukan komitmen yang kuat dari setiap unsur untuk mengembalikan Bali seperti dulu. Saat ini, data indikator di Bali, kasus konfirmasi masih berada di level 3," tandasnya.

Baca Juga: Ini Beda Penampakan Hoaks Kartu Nikah Digital Kemenag dan yang Asli

Yakni dengan positivity rate masih cukup tinggi. Karenanya, tracing kontak erat masih perlu ditingkatkan agar mencapai target 1:15 per 1 kasus konfirmasi.

Diwaspadai

Walaupun tren kasus konfirmasi mengalami penurunan, lanjutnya, namun patut diwaspadai. Hal itu karena bed ocupancy ratio (BOR) yang cukup tinggi.

"Saya melihat rasio tracing yang bagus adalah Kabupaten Buleleng, yakni dengan 6,57 atau 6 hingga 7 orang dilacak untuk setiap 1 kasus konfirmasi. Tetapi masih perlu ditingkatkan lagi, agar positivity rate dapat diturunkan dibawah 5 persen," tegasnya.

Baca Juga: Kemenag Kucurkan Bantuan Rp6,9 Miliar untuk Masjid dan Musala, Cek Syaratnya

Sedangkan untuk Kabupaten Jembrana, tracing 0 dan angka kematian pada tingkat-4. Sementara, BOR masih memadai untuk merawat pasien.

"Tanpa tracing, maka akan sulit menurunkan positivity rate dan mengendalikan laju penularan. Semua elemen harus membangun kesadaran disiplin untuk mengaplikasikan 3 M dan 3 T," imbuhnya.

Hal itu guna melindungi orang lain, terutama mereka yang memiliki komorbid dan mereka yang belum divaksin.

Oleh karena itu, pelaksanaan tracing kontak erat juga harus digencarkan serta menurunkan indeks mobilitas serta mempercepat vaksinasi.

"Para petugas harus tetap humanis dan dengan pendekatan kearifan lokal dalam memberikan pengertian kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya vaksinasi, 3M dan 3T," tuturnya.

Hal tersebut guna memutus mata rantai Covid-19 di Bali. Sejauh ini, penanganan - termasuk penyiapan tempat isoter - telah dilaksanakan oleh Pemprov Bali dibantu Kodam IX/Udayana dan Polda Bali.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X