Turunkan Angka Kematian, Pasien Isoman Diimbau Mau Isoter

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 17:15 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjono didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (suaramerdeka.com/dok) (
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjono didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (suaramerdeka.com/dok) (

Yakni dengan positivity rate masih cukup tinggi. Karenanya, tracing kontak erat masih perlu ditingkatkan agar mencapai target 1:15 per 1 kasus konfirmasi.

Diwaspadai

Walaupun tren kasus konfirmasi mengalami penurunan, lanjutnya, namun patut diwaspadai. Hal itu karena bed ocupancy ratio (BOR) yang cukup tinggi.

"Saya melihat rasio tracing yang bagus adalah Kabupaten Buleleng, yakni dengan 6,57 atau 6 hingga 7 orang dilacak untuk setiap 1 kasus konfirmasi. Tetapi masih perlu ditingkatkan lagi, agar positivity rate dapat diturunkan dibawah 5 persen," tegasnya.

Baca Juga: Kemenag Kucurkan Bantuan Rp6,9 Miliar untuk Masjid dan Musala, Cek Syaratnya

Sedangkan untuk Kabupaten Jembrana, tracing 0 dan angka kematian pada tingkat-4. Sementara, BOR masih memadai untuk merawat pasien.

"Tanpa tracing, maka akan sulit menurunkan positivity rate dan mengendalikan laju penularan. Semua elemen harus membangun kesadaran disiplin untuk mengaplikasikan 3 M dan 3 T," imbuhnya.

Hal itu guna melindungi orang lain, terutama mereka yang memiliki komorbid dan mereka yang belum divaksin.

Oleh karena itu, pelaksanaan tracing kontak erat juga harus digencarkan serta menurunkan indeks mobilitas serta mempercepat vaksinasi.

"Para petugas harus tetap humanis dan dengan pendekatan kearifan lokal dalam memberikan pengertian kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya vaksinasi, 3M dan 3T," tuturnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X