IDI Ajak Percepat Vaksinasi dan Lawan Disinformasi

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 20:07 WIB
Peserta JKN-KIS yang terkover Program Pengelolaan Penyakit Kronis menerima vaksinasi Covid-19 di Klinik Aura Medika Salatiga, Jumat (27/08). (SM/dok)
Peserta JKN-KIS yang terkover Program Pengelolaan Penyakit Kronis menerima vaksinasi Covid-19 di Klinik Aura Medika Salatiga, Jumat (27/08). (SM/dok)

Selain itu, tidak kalah penting memastikan vaksin terdistribusi merata sampai ke seluruh penjuru Indonesia.

Bukan hanya tersedia, tempat vaksinasi juga harus didekatkan dengan masyarakat.

Sementara itu, dr. Nadia mengatakan, vaksin terus didatangkan dan dikirim ke seluruh Indonesia.

Untuk pengirimannya, memang ada sejumlah pertimbangan teknis dalam proses distribusi.

Baca Juga: Uu Laporkan Vaksinasi di Tasikmalaya Meningkat, RK Belum Puas, Minta Digenjot Lagi

Meski demikian, bukan berarti distribusi tidak sampai ke berbagai penjuru Indonesia.

Upaya itu perlu diimbangi dengan terus mengajak masyarakat agar mau divaksinasi.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah cara penyimpanan vaksin jenis tertentu dalam proses distribusinya.

Sebagian vaksin yang dipesan, seperti Pfizer dan Moderna, harus disimpan dalam suhu beku ekstrem. Jika tidak, vaksin akan rusak dan berkurang kualitas dan khasiatnya.

Terkait dengan khasiat vaksin, semua vaksin Covid-19 yang dipakai di Indonesia telah diuji kualitas dan khasiatnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X