Tantangan Disrupsi Ganda Buruh dan Pekerja, Menaker Minta Hal Ini pada Asosiasi Mediator

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 11:20 WIB
Menaker Ida Fauziyah. (suaramerdeka.com / dok)
Menaker Ida Fauziyah. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, bahwa saat ini masyarakat pekerja atau buruh menghadapi tantangan-tantangan disrupsi ganda.

Hal itu dibuktikan dengan adanya, pertama, resesi perekonomian dan berkurangnya lapangan kerja akibat dari pandemi.

Kedua, era otomatisasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi di tengah pandemi.

Baca Juga: Atasi Tantangan Sektor Pertanian, Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Mutlak Diperlukan

Oleh sebab itu Menaker meyakini, Asosiasi Mediator ke depan memiliki komitmen mengelola talenta-talenta yang mandiri, profesional, dan modern yang bisa membawa pengurus dan anggotanya untuk melakukan pembinaan kepada pekerja dan pengusaha bagi hubungan industrial harmonis, dinamis dan berkeadilan.

"Semua tenaga fungsional memilki peran strategis. Teman-teman mediator memiliki fungsi dan peran sangat strategis. Teman-teman Pengawas memiliki fungsi strategis. Kalau semua kita, merasa menjadi bagian penting, maka betapa ringannya menghadapi dua tantangan tadi," kata Ida Fauziyah, seperti yang dikutip suaramerdeka.com, sabtu, 28 Agustus 2021, dari pikiran-rakyat.com dalam artikel berjudul: Cegah Perselisihan, Menaker Minta Mediator Hubungan Industrial Bersinergi dengan Stakeholder

Ditambahkannya, salah satu elemen penting penerapan prinsip hubungan industrial dalam upaya pencegahan perselisihan hubungan industrial adalah penilaian hubungan industrial di perusahaan.

Baca Juga: Penggunaan Mural Sebagai Media Penyampaian Aspirasi, Pengamat: Ini Bentuk Demokrasi

Untuk menjalankan penilaian ini, diperlukan pedoman sebagai parameter bagi perusahaan yang akan memperoleh penilaian hubungan industrial.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X