Virus Covid-19 Terus Bermutasi, Masyarakat Diimbau Terbiasa Hidup dengan Protokol Kesehatan

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 08:36 WIB
Ilustrasi Covid-19./Pixabay/Tumisu
Ilustrasi Covid-19./Pixabay/Tumisu

JAKARTA, suaramerdeka.com - Para ahli belum lama ini menganalisa bahwa kekebalan komunal (herd immunity) dari virus Covid-19 akan sulit tercapai akibat mutasi virus Corona.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat Indonesia terus diajak untuk terbiasa hidup dengan protokol kesehatan ketat.

“Saya berharap masyarakat akan terus terbiasa hidup bersama protokol kesehatan dalam menghadapi virus Covid-19 yang diprediksi akan ada di tengah-tengah kita untuk waktu lama,” kata Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani dalam keterangan persnya.

Sekalipun vaksinasi terus dikejar sesuai target, sejumlah guru besar epidemiologi menyebut herd immunity tak akan terjadi, jika ada mutasi virus Covid-19 sehingga menyebabkan tingkat kemanjuran vaksin (efikasi) tidak optimal.

Baca Juga: Izin Penggunaan untuk Vaksin Covid-19 Sputnik V Diterbitkan, BPOM Sebut Hasil Kajiannya

Munculnya varian delta bahkan disebut menurunkan efikasi vaksin Pfizer dan Moderna yang nilainya cukup besar, yakni dari angka 90-an persen menjadi sekitar 60-70 persen.

Padahal, kata Puan, terjadinya herd immunity dipengaruhi oleh efikasi vaksin dan jumlah penduduk yang telah divaksin secara lengkap.

“Apalagi mutasi-mutasi virus Covid-19 terus terjadi, termasuk yang baru saja teridentifikasi munculnya varian baru Corona, yakni varian lambda,” tutur mantan Menko PMK ini.

Meski begitu, Puan menyebut bukan berarti vaksinasi Covid-19 tidak efektif untuk dilakukan.

Baca Juga: Sarasehan 100 Ekonom Indonesia: Ini 3 Strategi Besar Ekonomi dari Presiden

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X