Sekolah Matangkan Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Red
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 01:20 WIB
SM/ Hari Santoso - VAKSINASI MASSAL: Sejumlah Siswa SMP 3 Kota Semarang mengikuti vaksinasi massal menjelang pemberlakuan kebijakan pembelajaran temu muka, di Kampusnya Jalan DI Panjaitan, Semarang.(24)
SM/ Hari Santoso - VAKSINASI MASSAL: Sejumlah Siswa SMP 3 Kota Semarang mengikuti vaksinasi massal menjelang pemberlakuan kebijakan pembelajaran temu muka, di Kampusnya Jalan DI Panjaitan, Semarang.(24)

SEMARANG - Semua sekolah di kota/kabupaten di Jateng yang sudah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, mulai mengoptimalkan persiapan pembajaran tatap muka.

Di Semarang, berbagai persiapan tersebut juga dijalankan sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kota Semarang. Kesiapan ini seiring diterbitkankannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai turunnya level PPKM di kota ini dari level 4 menuju level 3.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, sesuai instruksi tersebut, dimungkinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka meski sifatnya terbatas. ”Sifatnya terbatas karena masih memungkinkan untuk dilaksanakan pembelajaran secara virtual, selain karena rencana PTM yang memang sudah diagendakan lama,” kata dia.

Menurutnya, kombinasi secara virtual maupun tatap muka menjadi pilihan tepat pada masa pandemi. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah atau sebagian siswa belum vaksinasi sehingga bisa difasilitasi melalui pembelajaran secara virtual.

12 Tahun ke Atas

Dia juga menambahkan, meski vaksinasi pelajar sudah digencarkan, namun sebatas untuk anak usia di atas 12 tahun. Selebihnya, mereka yang di bawah ketentuan itu, seperti siswa SD dan TK belum memungkinkan divaksin. ”Jadi sebagai alternatif memang akhirnya kombinasi pembelajaran secara virtual dan tatap muka jadi pilihan bersama,” ungkapnya.

Sesuai rencana, PTM akan dilangsungkan akhir Agustus atau awal September mendatang. Kendati demikian, skenarionya secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat.

Misal dengan rasio jumlah siswa 50% dari keseluruhan peserta didik. Selain itu, hanya masuk dua atau tiga hari dalam sepekan. Kebijakan yang memungkinan siswa masuk sekolah ini pastinya akan mengobati rasa rindu peserta didik.

Lebih dari setahun mereka belajar dari rumah. Gunawan menegaskan, semua sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang, yakni setingkat SMP, SD dan, TK sudah merasa siap menggelar belajar tatap muka.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X