Koalisi Pemerintahan Makin Kuat

Red
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 01:00 WIB
SM/twitter-Zulkifli Hasan
SM/twitter-Zulkifli Hasan

JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan untuk bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah. Kehadiran PAN membuat koalisi pendukung pemerintah kian kuat di parlemen. Sebelum PAN resmi merapat, sudah ada ebam partai anggota koalisi pemerintah di DPR, yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, dan PPP.

Komposisi kursi koalisi pemerintah sudah jauh lebih banyak dibanding nonkoalisi atau yang biasa disebut oposisi. PDIPmemiliki 128 kursi di DPR, Golkar 85 kursi, Gerindra 78 kursi, Nasdem 59 kursi, PKB 58 kursi, dan PPP19 kursi. Total kursi koalisi 427 kursi atau 74,3% kursi DPR. Sementara itu, Partai Demokrat (PD) memiliki 54 kursi, PKS 50 kursi, dan PAN 44 kursi.

Jika digabung, kekuatannya hanya 25,7% kursi DPR. Dengan perbandingan tersebut, oposisi tak bakal berdaya jika menghadapi voting di DPR terkait suatu undang-undang. Apalagi kini PAN bergabung ke koalisi pro-pemerintah. Bergabungnya PAN membuat koalisi pemerintah memiliki 471 kursi atau 82% kursi DPR.

Artinya, hegemoni pemerintah terhadap oposisi kian besar. Itu hitunghitungan di atas kertas, jika koalisi benar-benar kompak.

Manuver

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bermanuver terangterangan soal ”kedekatannya” dengan Jokowi. Zulkifli Hasan merupakan satu dari tujuh ketua umum parpol yang bertemu dengan Jokowi di Istana, Rabu (25/8) sore.

Malam harinya, PAN diperkenalkan menjadi sahabat baru koalisi parpol pendukung Jokowi. Dua hari sebelum bertemu dengan Jokowi dan ketua umum parpol koalisi lainnya, Zulkifli Hasan menjabarkan sejumlah prestasi partai yang dipimpinnya dalam acara HUT Ke-23 PAN.

Salah satunya soal Jokowi bisa jadi presiden Republik Indonesia. Yang pertama, Zulhas menyebut, PAN turut berperan besar dalam memberikan kebebasan berkumpul dan berpendapat pasca-Reformasi 1998.

”Kalau media begitu bebas tentu ada peran besar PAN di situ. Kebebasan berkumpul, berserikat, menyampaikan pendapat ada peran PAN di situ ada peran PAN di situ,” ujar Zulhas di Kantor DPP PAN Jl Amil, Jakarta Selatan, Senin (23/8) lalu. PAN juga berperan dalam keberhasilan Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, dia menyebut PAN turut berperan serta dalam awal mula penerapan sistem pemilu di Indonesia. ”Kedua, Pak Jokowi bisa jadi Presiden, saya kemarin jadi Ketua MPR, ada pemilihan presiden langsung, ada pilihan DPR langsung, DPD langsung, gubernur langsung, bupati langsung. Itu ada peran besar PAN di situ,” ucap Zulhas.

Dia juga menyebut PAN turut menjadi pelopor bagi penerapan kebijakan sistem otonomi daerah yang saat ini diterapkan di Indonesia. Salah satu prestasi besar PAN lainnya, menurut Zulhas, adalah ikut serta dalam penghapusan dwifungsi ABRI yang tercatat dalam salah satu agenda besar Reformasi.

Seperti diketahui di periode pertama Jokowi, PAN yang sedang dekat dengan pemerintah juga tak seirama soal pembubaran HTI. PAN juga belum mendapat jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju. Dalam pertemuan Jokowi dan tujuh ketua umum parpol termasuk PAN, belum ada pembahasan soal jatah menteri untuk PAN. Terkait PAN yang masuk koalisi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyambut baik kehadiran PAN.

Dia menilai momen kehadiran PAN itu menandakan rasa gotong-royong. ”Kehadiran Pak Zulkifli Hasan dan Bung Eddy Soeparno selaku Ketua Umum dan Sekjen PAN semakin membuktikan bagaimana gotong-royong dikedepankan dan kehadiran,” kata Hasto.

Dia juga menyebut kehadiran PAN sebagai energi positif dalam konsolidasi pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Lebih lanjut, Hasto juga menyebut dialog antarketum parpol itu menambah optimisme dalam memperkuat demokrasi. ”Beliau memberikan energi positif bagi konsolidasi pemerintahan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin yang sangat penting di tengah pandemi,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu partai nonkoalisi PKS, tak mempermasalahkan PAN bergabung ke koalisi partai pendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Namun PKS punya catatan terkait oposisi yang makin sedikit di Indonesia.

”Perkara PAN gabung koalisi itu hak setiap partai politik. Tentu masingmasing punya strategi tapi PKS merasa power tends to corrupt. Kekuasaan itu cenderung menyimpang. Absolute power corrupts absolutely. Makin besar kekuasaan makin besar peluang penyimpangannya,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Karena itu, menurutnya, oposisi adalah pilihan yang rasional, etis, dan logis. ”PKS insyaallah ingin bersama rakyat, melayani rakyat dengan mengontrol kebijakan pemerintah secara kritis dan konstruktif,” kata Mardani.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X