Bakti Kominfo Ajak Desa Wisata Manfaatkan Internet Untuk Buat Virtual Tour

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 17:50 WIB
Virtual Tour. (Dok. Kemlu.go.id)
Virtual Tour. (Dok. Kemlu.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satu tahun pandemi global berlangsung ditambah pemberlakuan PPKM di Jawa-Bali saat ini, gerak industri pariwisata di Indonesia masih stagnan.

Meski di beberapa destinasi tetap terdengar tentang ramainya kunjungan wisatawan namun situasi ini belum berlangsung secara umum.

Para pelaku industri pariwisata, dipaksa untuk memilih beralih menjalani profesi lain demi kelangsungan hidup atau berinovasi.

Melihat realitas ini, maka PT Atourin Teknologi Nusantara atau Atourin terus bergiat untuk mencari celah agar para pekerja pariwisata, terutama pemandu dan pengelola destinasi dapat menjalankan profesinya kembali melalui pemanfaatan jaringan internet dan teknologi.

Baca Juga: Update Covid 26 Agustus: Bertambah 30.099, Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia 3.669.966 Orang

Salah satunya melalui Pelatihan Virtual Tour (Wisata Virtual) yang hasilnya diharapkan membentuk ekosistem serta dibuatkan program-program virtual tour.

CEO Atourin Benarivo mengatakan, itikad Atourin kemudian didukung oleh BAKTI Kominfo RI, agar bisa dilaksanakan di beberapa desa wisata di Indonesia yang masyarakatnya membutuhkan berbagai akses pengetahuan.

Program tersebut kemudian diimplementasikan dalam bentuk pelatihan virtual tour dan pendampingan secara daring bagi para pengelola desa wisata di Kawasan Danau Toba, Pulau Flores, dan Pulau Bali yang telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 dan diikuti oleh 160 peserta dari 35 desa wisata.

Menurutnya, kawasan Danau Toba diikuti oleh 23 desa wisata, Pulau Flores 7 desa wisata dan Pulau Bali diikuti oleh 5 desa wisata.

Baca Juga: Ayo Daftar, Kartu Prakerja Gelombang 19 Telah Dibuka. Siapkan Syarat-syaratnya!

Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan hasil matchmaking dan diskusi yang telah dilakukan oleh Atourin dan BAKTI Kominfo untuk pemanfaatan akses internet yang sudah tersedia sebelumnya.

Materi pelatihan adalah bagaimana membuat paket virtual tour dengan beberapa metode seperti live report, video tapping, webinar atau hybrid event, hingga cara memasarkan paket virtual tour.

Dua hal yang memang dipandang perlu demi meningkatkan kapasitas dan menjaga ketajaman naluri profesionalisme para pengelola desa wisata di 35 desa tersebut.

Lalu dari 35 desa wisata, Atourin telah memilih beberapa desa wisata yang akan dibuatkan program virtual tour untuk dikelola secara komersil.

Baca Juga: Kembali Dibuka, Simak Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 19 di www.prakerja.go.id

Pengelolaan komersil ini akan bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya demi mendapat eksposur yang baik dan dapat mencapai publik secara luas.

Saat ini sudah 2 desa wisata yang berjalan untuk kegiatan virtual tour yakni Desa Huta Tinggi di Danau Toba dan Desa Koja Doi di Flores, yang kegiatannya dipublikasikan melalui website atourin.com.

Dan juga media sosial Instagram @atourin.official, serta hasil videonya tersedia di channel Youtube Atourin.

“Kami menargetkan akan ada beberapa desa wisata lagi yang bisa menjual aktivitas virtual tour-nya, dengan adanya pendampingan intensif, harapannya bisa tercapai target kami."

"Virtual tour ini bukan hanya sekedar menjadi media promosi tetapi bisa menjadi hiburan untuk orang yang belum bisa berkunjung ke lokasi karena adanya kendala-kendala," kata Benarivo.

Baca Juga: Kebutuhan Vaksinasi Dunia Terus Meningkat, Indonesia Ekspor Alat Suntik Kebutuhan UNICEF dan Ukraina

Sementara Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo RI, Danny Januar mengatakan Akses internet yang telah dibangun oleh pemerintah melalui BAKTI Kominfo agar dimanfaatkan oleh pengelola desa wisata maupun masayarakat desa untuk mendukung usaha melalui teknologi informasi.

Salah satu contoh pemanfaatannya, yaitu melakukan aktivitas virtual tour dan mempromosikan daerah wisata yang secara tidak langsung mampu menggerakan perekonomian di daerah.

"Harapannya program ini dapat direplikasi di daerah lain, sehingga dapat membentuk ekosistem yang jauh lebih besar dan internet dapat dimanfaatkan secara baik," ujar Danny.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X