Belasan Kecelakaan Maut Terjadi, Wakil Ketua Aptrindo Jateng-DIY sebut Fly Over Kretek Sudah Salah Desain

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 17:20 WIB
Pemasangan rambu jalur penyelamat di Fly Over Kretek kerja sama KNKT, BPJN, Dishub Jateng dan Aptrindo Jateng-DIY. (suaramerdeka.com/dokumentasi)
Pemasangan rambu jalur penyelamat di Fly Over Kretek kerja sama KNKT, BPJN, Dishub Jateng dan Aptrindo Jateng-DIY. (suaramerdeka.com/dokumentasi)


BREBES, suaramerdeka.com - Fly Over Kretek yang diresmikan pada Agustus 2017 seyogyanya diharapkan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi pada pelintasan kereta api di desa Paguyangan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Namun baru 3 bulan setelah diresmikannya Fly Over Kretek telah terjadi belasan kecelakaan maut yang didominasi oleh kendaraan truk bermuatan berat yang banyak mengakibatkan korban jiwa.

Sehingga fly over yang merupakan salah satu proyek nasional percepatan pembangunan infrastruktur ini sangat menyedot perhatian masyarakat.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jateng & DIY Bambang Widjanarko mengatakan Fly Over Kretek itu sendiri sudah salah desain.

Baca Juga: Limbah Medis jadi Masalah, Mahasiswa UGM Sulap Sarung Tangan Lateks jadi Bahan Bakar Diesel

Menurutnya jalur penyelamat lama yang digunakan sejak 2017 sekitar 700 meter dibawah Fly Over Kretek atau di bekas terminal Paguyangan kondisinya sangat jauh dari ideal. Bahkan bisa disebut tidak memenuhi syarat sama sekali karena terlalu sempit dan berbelok tajam.

"Jalur penyelamat baru yang dibangun atas rekomendasi KNKT dan digunakan sejak 2019. 500 meter diatas jalur penyelamat lama atau sekitar 200 meter dibawah Fly Over Kretek saja sudah menyelamatkan sekitar 70 truk rem blong yang jika diasumsikan tiap kali terjadi rem blong mengakibatkan 10 korban jiwa, berarti sudah menyelamatkan 700 jiwa," kata Bambang dalam diskusi forum lalu lintas angkutan jalan, Rabu, 25 Agustus 2021.

Baca Juga: PTM Bakal Dibuka Kembali, Keselamatan Peserta Didik dan Guru Harus Diutamakan

Sementara itu Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengungkapkan banyaknya pengemudi truk tidak dibekali pengetahuan memadai tentang fungsi rem sehingga menjadi human error menjadi penyumbang utama kecelakaan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X