Angka Kasus Kematian 33 Provinsi Naik, Wiku Sebut Tugas Besar yang Perlu Dituntaskan Bersama

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 08:36 WIB
Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)
Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, angka kematian masih menjadi tugas besar yang perlu dituntaskan bersama.

Karena kenaikan minggu ini terjadi pada 33 provinsi atau hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Penurunan hanya terjadi di provinsi Kalimantan Tengah yang turun 0,03 persen, atau di minggu lalu 2,91 persen menjadi 2,88 persen di minggu ini.

Yang cukup mendesak, perbaikan pada lima provinsi karena mengalami kenaikan kematian tertinggi.

Baca Juga: Kasus Penistaan Agama Terus Berulang, HNW: Kepolisian Harus Segera Bertindak

Yaitu di Jawa Tengah naik 0,32 persen, diikuti Lampung dan Gorontalo naik 0,3 persen, Bali naik 0,24 persenserta Bengkulu naik 0,17 persen.

Jika melihat angka kesembuhan dan kematian Indonesia yang sama-sama tinggi, menjadi keadaan yang tidak biasa.

Karena biasanya jika kesembuhan naik, maka kematian akan turun, begitupun sebaliknya. Hal ini diutarakan Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB.

"Hal ini menunjukkan bahwa secara umum problematika kematian nasional akibat pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan," jelas Wiku.

Baca Juga: Bila Jumlah Anak Penerima Dana Pendidikan Melebihi Kuota, Baznas Akan Melakukan Ini

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X