Satukan Bangsa Melalui Bahasa Persatuan, M Tabrani Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:51 WIB
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu lembaga kebahasaan turut andil dalam upaya memfasilitasi masyarakat Madura dalam mengusulkan nama almarhum M. Tabrani menjadi pahlawan nasional. (sm/dok)
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu lembaga kebahasaan turut andil dalam upaya memfasilitasi masyarakat Madura dalam mengusulkan nama almarhum M. Tabrani menjadi pahlawan nasional. (sm/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kegigihan dan keberaniannya dalam menyatukan bangsa melalui bahasa Indonesia perlu mendapat apresiasi dari semua kalangan, khususnya dari masyarakat Madura.

Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu lembaga kebahasaan turut andil dalam upaya memfasilitasi masyarakat Madura dalam mengusulkan nama almarhum M. Tabrani menjadi pahlawan nasional.

"Untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya terkait M. Tabrani, tokoh kebahasaan dari Pamekasan, Madura.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk dijadikan dasar dan bahan pengajuan tokoh M. Tabrani secara legalitas untuk memeroleh gelar Pahlawan Nasional," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Asrif kepada wartawan, Jumat 29 Oktober 2021.

Baca Juga: Penghargaan Bhumandala 2021: Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial

Setelah sosialisasi, lanjut Asrif, diharapakan pemerintah daerah (pemda) setempat dapat mengajukan berkas atau kelengkapan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, Kepala Badan Bahasa Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), E Aminuddin Aziz menyatakan dukungan terhadap M Tabrani dan mengajak masyarakat Pamekasan untuk turut memberikan penghargaan kepada M Tabrani, asal Pamekasan Madura.

Seperti diketahui bahwa bangsa dan negara Indonesia merupakan bangsa dan negara yang dibangun oleh beratus suku, budaya, dan bahasa serta beberapa etnis, agama, dan golongan.

Banyaknya suku, budaya, bahasa, agama, etnis, dan golongan ini membutuhkan satu identitas bersama untuk menjadi satu Indonesia.

Baca Juga: Ketika Kearifan Lokal, Sang Milenial dan Digital Berpadu Padan dalam Sebungkus Cilok Goreng

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X