Ratu Kalinyamat Gagas Poros Maritim

- Selasa, 16 April 2019 | 09:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sepak terjang Ratu Kalinyamat dalam melawan kolonialisme, dibahas dan dikupas tuntas dalam sebuah Focus Group Discusion (FGD). Kegiatan itu bertujuan, mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Koordinator Tim Penyusun Naskah Akademik Ratu Kalinyamat Ratno Lukito, dalam kesempatan ini menjelaskan keberadaan sang ratu melalui dua buah catatan lama pelaut Portugis. Catatan tersebut dibuat oleh Diego De Conto di mana dalam catatan itu, Ratu Kalinyamat digambarkan sebagai sosok pemimpin yang kuat, tangguh dan berkuasa.

Ratu Kalinyamat disebut juga memiliki armada militer yang kuat, sehingga dia berani mengusir Portugis dari perairan Jepara saat itu. Selain berkuasa, Ratu Kalinyamat juga digambarkan sebagai perempuan kaya raya.  Saat itu Ratu Kalinyamat sudah mampu memanfaatkan kayu jati untuk membangun industri galangan kapal. Karena kekuasaannya, Ratu Kalinyamat juga menerapkan pajak bagi semua kapal yang berlabuh di Jepara.

Ratu Kalinyamat juga diketahui pernah menggagas adanya poros maritim, dengan mengembangkan pelabuhan, menginisiasi industri galangan kapal dan ukiran Jepara. Tidak hanya pelabuhan utama di Jepara yang dikuasainya, pelabuhan pendukung di sekitar Jepara seperti di Pati, Juwana, Lasem, Rembang, juga dibangun Ratu Kalinyamat,” kata Ratno Lukito.

Sementara itu, Imas Emilia, salah seorang ahli sejarah yang terlibat dalam FGD ini menyebutkan Ratu Kalinyamat memang sempat membangun poros maritim berpusat di Jepara. Poros maritim yang dibangun tersebut, ternyata juga tidak hanya untuk kepentingan Jepara.

Poros maritim ini pada kenyataannya juga berkontribusi besar kepada kerajaan lain seperti Maluku, Aceh, Banten, Makasar, Bali, Banjarmasin, Tuban, dan Gresik. Pelabuhan di Jepara menjadi bagian penting bagi perdangan di Nusantara saat itu.

“Pedagang dari kerajaan lain membawa dagangannya ke Jepara, berlabuh dan melakukan perdagangan. Sehingga hasil bumi dan barang-barang terdistribusi dengan baik. Jepara saat itu menjadi poros maritim, dibawah Ratu Kalinyamat,” tutur Imas Emilia.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X