Tuntaskan Kasus Perundungan Perlu Keseriusan

- Kamis, 11 April 2019 | 15:52 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Masalah perundungan terhadap anak bukan merupakan sesuatu hal baru. Karena ikhtiar penanggulangan yang cenderung masih kurang serius saja, yang menyebabkan kasus semacam itu terulang.

Hal tersebut dikatakan psikiater kawakan, Teddy Hidayat merespon kasus Audrey di sela-sela diskusi penanggulangan miras di RS Hasan Bandung, Kamis (11/4).

"Kita belum serius, termasuk untuk memanfaatkan hasil penelitian yang sudah banyak dilakukan dengan mengimplementasikannya di lapangan," tandasnya.

Menurut Teddy Hidayat, pihaknya mempunyai hasil penelitian dengan pendekatan berbasis bukti. Dengan modal tersebut, sejumlah langkah bisa dilakukan terutama di lingkungan sekolah sehingga terjadi transfer pengetahuan dan skill dalam menghadapinya.

"Pengambil kebijakannya mau tidak menerapkannya, karena kami punya semua langkahnya (untuk mencegah upaya perundungan), tapi percuma kalau tak dipakai. Apalagi ini sifatnya harus terus menerus, sistematis," jelasnya.

Untuk itu diperlukan sinergi di antara semua pihak yang terlibat. Teddy berharap peran akademisi bisa lebih diperhatikan dalam upaya perbaikan tersebut. 

Dia tak menampik bahwa pola asuh berpengaruh terhadap munculnya perundungan. Pola asuh akan membentuk karakter kejiwaan. Hal ini pun termasuk yang harus dipecahkan bersama faktor lainnya yakni kehadiran gawai yang begitu massif.

"Gadget ini termasuk yang mengkhawatirkan, karena pemakainya sekarang hampir di semua tingkatan sekolah. Terutama egoisme yang baru dirasakan dampaknya dalam 10-20 tahun mendatang dalam kehidupan berbangsa, ini PR besar," jelasnya.
 

Editor: Maya

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X