Angka Kematian Covid-19 Harus Jadi Evaluasi PPKM, Puan: Maksimalkan Layanan Isolasi Terpusat

- Senin, 23 Agustus 2021 | 15:52 WIB
kata Ketua DPR RI Puan Maharani. (suaramerdeka.com/Dok)
kata Ketua DPR RI Puan Maharani. (suaramerdeka.com/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Cukup tingginya angka kematian akibat Covid-19, diminta sebagai bahan bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi PPKM.

Hal itu terkait dengan berakhirnya masa perpanjangan PPKM Level 2 hingga 4 untuk Jawa-Bali.

"Terlihat adanya tren penurunan penambahan kasus Covid-19 setelah PPKM diperpanjang. Tapi indikator angka kematian yang sampai sekarang masih cukup tinggi, harus menjadi perhatian bersama," kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (23/8).

Berdasar data harian kasus Covid-19, penambahan kasus memang cenderung turun. Namun angka kematian pasien masih berada di atas angka seribu orang per harinya.

Baca Juga: Resmikan Tol Kelapa Gading–Pulo Gebang, Jokowi Berharap Mampu Tingkatkan Daya Saing Komoditas

"Angka kematian akibat Covid-19 yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah (PR), yang harus diselesaikan pemerintah. Pemerintah harus bisa menekan kasus kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi," ujarnya.

Menurutnya, hal itu harus menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PPKM. Dari data Kementerian Kesehatan per Sabtu (21/8) lalu, ada 10 provinsi dengan tingkat kematian tertinggi.

Yaitu Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Aceh, Gorontalo, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah.

"Bagi daerah-daerah yang angka kasus kematian Covid-19 masih tinggi, harus hati-hati kalau ingin melonggarkan pembatasan kegiatan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO," tandasnya.

Baca Juga: 5 Juta Vaksin Sinovac Kembali Tiba di Tanah Air, Masih Ada PR 150 Juta Orang Belum Vaksin

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X