Penerapan Harga Tes PCR, Dinas Kesehatan Harus Mengawasi Ketat

- Senin, 23 Agustus 2021 | 09:00 WIB
Ilustrasi swab test PCR. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi swab test PCR. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam pemantauan penetapan harga polymerase chain reaction (PCR) test di atas batas tarif tertinggi, Dinas Kesehatan di masing-masing daerah harus mengawasi secara ketat, bahkan menggandeng Polri dalam melakukan pemantauan.

Kemenkes sudah menegaskan metode penambahan komponen hingga layanan premium dan instan untuk menambah harga tes PCR telah melanggar aturan. Karena batas tarif atas itu berdasarkan ketentuan sudah termasuk biaya administrasi dan jasa dokter,” ucap Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani.

“Jadi tidak ada alasan lagi faskes menetapkan tarif tes PCR di atas batas tarif tertinggi. Dinkes bisa bekerja sama dengan kepolisian daerah untuk melakukan pengawasan sehingga ada aturan lebih rigid jika ada pelanggaran,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut menegaskan, faskes juga tidak boleh menetapkan tes PCR lebih mahal dengan alasan hasil keluar lebih cepat.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Perlu Kembangkan Pengembangan Industri Bernilai Tambah 

Sebab sudah ada instruksi dari pemerintah yang mengharuskan hasil tes keluar dalam 1x24 jam.

“Justru semakin cepat semakin bagus. Harus diingat faskes memiliki tugas kemanusiaan sebagai pelayanan kepada masyarakat. Jangan kemudian masalah waktu hasil lebih cepat dijadikan alasan menaikkan harga tes PCR, apalagi secara perhitungan faskes tidak rugi dengan batas tarif harga tertinggi itu,” tutur Puan.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini mengatakan, penurunan harga tes PCR diharapkan bisa meningkatkan orang yang dites sehingga penanganan Covid-19 semakin lebih baik.

Meski begitu, Puan mengingatkan seluruh faskes untuk tidak menurunkan kualitas pemeriksaan tes PCR.

“Harga tes menjadi lebih murah dari sebelumnya tidak boleh kemudian mempengaruhi kualitas. Meskipun tarif batas atas diturunkan, kualitas pemeriksaan PCR tidak boleh turun,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X