Menag Minta Jangan Identikan Islam dengan Terorisme, Jadikan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 21:23 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan terorisme dan kekerasan.

Menag juga meminta Islam tidak diidentikan dengan terorisme.

"Jangan identikkan muslim dengan terorisme karena itu tidak terkait. Kalau ada teroris yang beragama Islam mungkin ada, begitu juga dengan agama lain, tapi jangan pernah identikan Islam dengan terorisme," tegas Menag, Jumat, 20 Agustus 2021.

Hal itu disampaikan Menag usai bertemu Bupati Blora Arief Rohman dalam rangka koordinasi penanganan Covid-19, vaksinasi santri dan Kemandirian Pesantren di Kantor Kemenag 8lora, Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Pemerintah Evakuasi WNI dari Afghanistan, Ganjar: Bukti Lindungi Bangsa dengan Seluruh Tumpah Darah

"Islam itu mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan kasih sayang. Islam tidak pernah mengajarkan terorisme dan kekerasan," imbuh Menag.

Menag menambahkan, apa yang terjadi di Afganistan biarlah terjadi. Gus Menteri pun mengajak umat muslim untuk saling menjaga dengan kembali ke ajaran Rasulullah.

"Jadikan Islam sebagai Rahmatan lil alamin. Sementara bagi agama lain, saya rasa juga demikian mengajarkan kasih sayang dan kedamaian," tandas Menag.

Kunjungan kerja Menag ke Kabupaten Blora dalam rangka meninjau pembangunan gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Blora serta berkoordinasi dengan Bupati Blora terkait penanganan Covid-19, Kemandirian Pesantren dan rencana vaksinasi santri di Blora.

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X