Harga Tes PCR Turun, Wiku Minta Masyarakat Memanfaatkan Secara Bertanggungjawab

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 10:00 WIB
ilustrasi  tes swab PCR @ suaramerdeka.com/Riyono Toepra
ilustrasi tes swab PCR @ suaramerdeka.com/Riyono Toepra

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat, untuk memanfaatkan turunnya harga tes RT-PCR (real time polymerase chain reaction) secara bertanggungjawab dan tidak menggunakannya untuk kepentingan yang tidak perlu.

Diutamakan, kata Wiku, khususnya dalam rangka pelacakan kasus positif dan kontak erat.

"Dimohon Masyarakat dapat menindaklanjuti perubahan harga ini secara bertanggungjawab dan mobilitas tidak dilarang namun sebaiknya dikendalikan sesuai tingkat kepentingan atau urgensinya," katanya menjawab pertanyaan media dalam agenda Keterangan Pers, di Graha BNPB, Kamis (19/8/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Saat ini dengan batasan tarif tertinggi di harga Rp 495 ribu untuk daerah di Pulau Jawa - Bali dan Rp 525 ribu untuk daerah di luar Pulau Jawa - Bali.

Baca Juga: Usai Naik 4 Hari Beruntun, Dolar AS Melemah Tipis di Akhir Perdagangan

Terkait harga ini, diakui bahwa dalam pembiayaan testing PCR terdapat beberapa komponen yang tercover seperti Reagen untuk ekstraksi, Reagen PCR, perawatan alat maupun biaya operasional termasuk SDM di laboratorium.

Beberapa d iantaranya tergolong barang impor yang mendapat pajak khusus terkait alat dan material kesehatan.

"Namun, terlepas dari rincian biaya tersebut, pemerintah berkomitmen, untuk membuat harga testing PCR sebagai metode gold standar yang semakin terjangkau," tandasnya.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X