Kasus Aktif Covid-19 dan BOR Jawa Timur Turun, Presiden: Jangan Sampai Ada Varian Baru

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo memberi pengarahan kepada Forkopimda se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun.(BPMI Setpres/Laily RE)
Presiden Joko Widodo memberi pengarahan kepada Forkopimda se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun.(BPMI Setpres/Laily RE)

MADIUN, suaramerdeka.com - Angka kasus aktif Covid-19 dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR relatif menurun.

Namun, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Jawa Timur diminta untuk tetap berhati-hati dan waspada.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, Kamis (19/08/2021).

“Yang disampaikan Bu Gub tadi sudah turun, BOR-nya turun, kasus aktif turun. Tapi saya minta, tetap minta semuanya hati-hati. Waspada mengenai yang namanya COVID-19 ini. Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi dan kita tidak waspada tahu-tahu meledak menjadi jumlah yang sangat banyak,” ungkap Presiden dilansir dari laman presidenri.go.id.

Baca Juga: Polri Tangkap 53 Terduga Teroris di 11 Provinsi, Ingin Aksi Teror Saat 17 Agustus

Semua pemangku kepentingan di Jawa Timur lantas diminta Presiden Joko Widodo turut serta dalam menangani pandemi Covid-19 ini dengan bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan, antara lain meminta Pangdam dan Kapolda untuk menggerakkan unsur di bawahnya agar mengurusi tempat isolasi terpadu (isoter) bagi masyarakat yang terpapar.

“Kurangi yang isoman (isolasi mandiri), ditarik ke isolasi yang terpusat. Ini akan sangat mengurangi sekali laju penyebaran [Covid-19],” imbuhnya.

Kedua, Presiden meminta agar vaksinasi dipercepat dan meminta seluruh bupati/wali kota untuk segera menghabiskan stok vaksin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Cerah Berawan, Ada Potensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Pada bulan Agustus ini Indonesia akan kedatangan sedikitnya 72 juta dosis vaksin dan pada bulan September akan kedatangan 70 juta dosis vaksin.

“Yang biasanya itu sebulan hanya 8 juta [dosis vaksin], 10 juta [dosis vaksin], selama tujuh bulan kita hanya dapat 68 juta [dosis vaksin]. Berarti per bulan kira-kira hanya 10 juta [dosis vaksin]. Ini 72 [juta dosis vaksin], 70 juta [dosis vaksin], sehingga cepat habiskan,” ujarnya.

Ketiga, Presiden menyoroti tingginya angka kematian di Jawa Timur yang mencapai 7,1 persen.

Menurutnya beberapa kemungkinan penyebab tingginya angka kematian ini antara lain karena mereka yang isoman tidak segera dibawa ke isoter.

Baca Juga: Aneka Pilihan Investasi dengan Sisa-sisa Gaji yang Dimiliki

Selain itu, mereka yang bergejala berat terlambat dibawa ke rumah sakit.

“Saturasinya sudah turun baru dibawa ke rumah sakit, terlambat, yang banyak di situ. Yang kedua komorbidnya. Dua ini menurut saya [penyebab] kenapa [angka kematian] tinggi. Sehingga, sekali lagi, isolasi terpusat itu betul-betul menjadi kunci, baik untuk penyebaran, juga untuk menekan angka kematian. Di saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah berat,” jelasnya.

Presiden juga meminta agar para unsur pemerintah maupun TNI dan Polri di daerah mengerti betul detail di lapangan terkait penanganan Covid-19.

Dengan menguasai kondisi di lapangan, langkah antisipasi dan respons yang tepat terhadap perubahan situasi bisa segera dilakukan.

“Jangan sampai kita enggak tahu posisinya, kemudian virusnya masuk, baru kita grobyakan. Ini jangan sampai terjadi,” katanya.

“Saya sekali lagi hanya titip untuk urusan Covid-19 ini tiga hal. Yang pertama, pindahkan yang isoman ke isoter di semua kabupaten dan kota. Pindahkan semua yang isoman, masuk ke isoter. Yang kedua, vaksinasi yang dipercepat, kecepatan vaksinasi, ini menjadi kunci. Yang ketiga, yang berkaitan dengan obat jangan sampai terlambat. Sudah masuk ke isolasi terpusat, obatnya segera diberikan,” paparnya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X