Muncul Mural Mirip Presiden Joko Widodo, Pengamat: Harus Dimaknai Sebagai Kritik Sosial

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:40 WIB
Mural Jokowi 404 Not Found/Foto Twitter
Mural Jokowi 404 Not Found/Foto Twitter

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat politik dari Institute for Digital Demokrasi (IDD) Bambang Arianto menilai munculnya mural yang mirip Presiden Jokowi dan kemudian diikuti hadirnya sejumlah mural di berbagai tempat merupakan suatu bentuk kritik sosial melalui seni.

Aksi seni mural merupakan cara lain dari rakyat untuk melakukan protes terhadap kegelisahan dari berbagai kebijakan pemerintah selama ini.

Termasuk ingin memberitahukan bahwa masih banyak persoalan riil rakyat yang belum tersentuh sama sekali.

"Dengan cara seperti inilah rakyat ingin meminta pemerintah agar dapat lebih memperhatikan nasib rakyatnya," kata Bambang.

Baca Juga: Cegah Kerumunan, Petugas Kecamatan Antar Dokumen Kependudukan ke Rumah

Kritikan yang dipoles dengan karya seni mural ini, kata Bambang, sebagai bukti tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap nasib rakyat yang artinya partisipasi aktif masyarakat kian terlembaga dengan baik.

Apalagi Presiden Jokowi pernah menyatakan bahwa pemerintah selalu membuka ruang yang luas agar publik untuk melakukan kritik.

Artinya, kritik sosial dengan aksi seni seperti mural, tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

"Lagipula aksi seni mural ini merupakan sebuah hal yang wajar dan justru harus terus dibangun dalam iklim demokrasi," kata dia.

Baca Juga: Penghasilan Menipis, Nelayan Pemalang Bersyukur Dapat Bansos dari Alumni Akpol 1993

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X