Harga PCR Diturunkan, Bantu Pacu Testing dan Tracing Tentukan Pola Penyebaran Covid-19

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:06 WIB
TES SWAB: Petugas Puskesmas Magelang Utara melakukan tes swab antigen dan PCR kepada mahasiswa Untidar yang kontak erat dengan klaster gathering mahasiswa. (suaramerdeka.com/Asef Amani)   
TES SWAB: Petugas Puskesmas Magelang Utara melakukan tes swab antigen dan PCR kepada mahasiswa Untidar yang kontak erat dengan klaster gathering mahasiswa. (suaramerdeka.com/Asef Amani)  

Jika harga patokan terlalu tinggi, tentu ada membatasi jumlah konsumen tetapi kalau terlalu rendah, supplier bisa mundur sehingga terjadi kelangkaan atau bahkan terbentuknya pasar gelap.

Dengan impor PCR didominasi oleh pihak swasta, solusi jangka pendek dengan melibatkan BUMN bisa saja mengendalikan harga, tetapi ini bukan solusi terbaik karena mengikuti harga patokan pemerintah tidak serta merta membuat mereka tidak merugi.

Pengambilalihan oleh BUMN juga dapat meningkatkan risiko disrupsi dan bottleneck karena jalur masuk pasokan menjadi sempit.

“Harga bisa saja kelihatan murah, tetapi tiba-tiba tidak ada stok kalau jalur yang cuma satu itu terdisrupsi. Malah kita perlu lebih banyak importir untuk mengurangi risiko disrupsi dan menekan harga,” tandasnya.

Baca Juga: Negara Kaya Menimbun Vaksin Booster, Afrika Tak Kebagian, WHO: Ini Penghinaan

Walaupun demikian, Andree menyebut tidak mudah untuk menilai efektivitas kebijakan ini tanpa informasi lengkap mengenai komponen biaya.

Untuk itu, menjadi penting untuk memperhatikan reaksi pasar. Jika setelah harga dipatok malah banyak lab yang tidak menawarkan PCR lagi atau terjadi kelangkaan PCR, berarti harga tersebut tidak bisa menutupi biaya lab.

Solusi paling aman adalah menambah pasokan dengan memperbanyak jalur impor. Untuk jangka menengah dan panjang, solusi yang dibutuhkan adalah menarik investasi pada manufaktur alat kesehatan dalam negeri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB
X