Swab Antigen Akan Menjadi Rutinitas, Abbott Panbio Antigen Nasal Banyak Digunakan

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:15 WIB
dr. Andira Utami. (suaramerdeka.com / dok)
dr. Andira Utami. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sudah berjalan 1,5 tahun namun tanda-tanda virus Covid-19 bakal sirna belum ada.

Bahkan banyak yang memperkirakan setidaknya 5 - 10 tahun kita harus terbiasa bersama Covid-19.

Maka swab antigen akhirnya menjadi kebutuhan masyarakat dalam upaya beradaptasi dengan kondisi new normal ini.

Indikator pandemi masih lama setidaknya tercermin dari penjelasan Ketua Penanggulangan Covid Luhut Binsar Panjaitan. "Kita akan bermasker sampai bertahun-tahun ke depan."

Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Anggota DPD Abdul Kholik Desak BPJT Audit Keselamatan Jalan Tol

Menkes Budi Gunadi Sadikin, sudah ditugasi Presiden Jokowi untuk menyusun roadmap 'Hidup berdampingan dengan Corona'.

Dia meramalkan 5 - 10 tahun ke depan virus yang belum ada obatnya ini lemungkinan masih ada.

Saat ini klaster keluarga menjadi kontributor terbesar kasus Covid-19 di Indonesia. Maka alat tes swab antigen menjadi semakin penting.

"Inilah gaya hidup baru yang adaptif, kita harus selalu mitigasi terpapar. Apalagi bagi yang bekerja di luar, swab antigen sudah menjadi rutinitas," ujar dr. Andira Utami, founder gerakan Pintar Sehat Peduli & Health Consultant, Rabu.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Kinerja BUMN Lebih Efisien: Jangan Lelah Melayani Rakyat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X