Impor Vaksin Juli ini Naik Rp 2,16 Triliun, Sinovac Terbanyak

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:53 WIB
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan impor vaksin pada Juli 2021 naik US$ 150 juta atau setara Rp 2,16 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

"Dari penambahan US$ 185,9 juta pada ekspor farmasi, US$ 150 juta merupakan impor vaksin. Sementara dilihat dari negaranya ," kata Margo dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8), dikutip dari Katadata.co.id.

Pemerintah telah mengamankan lebih dari 185 juta dosis vaksin hingga saat ini. Terbaru, vaksin jenis CoronaVac buatan Sinovac didatangkan pada Jumat, 13 Agustus dalam jumlah 5 juta dosis.

Baca Juga: Aktivitas Warga Dilonggarkan, Ini 3 Strategi Singapura Kendalikan Covid-19

"Kami berupaya keras memenuhi kebutuhan stok vaksin COVID-19 untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional," kata Kepala BPOM Penny K. Lukiot dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Covid19.go.id, Jumat (13/8).

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki 261 juta dosis vaksin Covid-19 hingga Desember 2021.

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah masih berupaya meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

Pemerintah berharap bisa memberikan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Selasa (17/8), sebanyak 54,98 juta orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 29,16 juta sudah memperoleh suntikan dosis kedua. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208, 27 juta orang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X