Bacakan Teks Proklamasi, Ada Makna Tersendiri bagi Puan Maharani

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 07:30 WIB
Ketua DPR RI Dr.(H.C) Puan Maharani saat membacakan teks Proklamasi. (BPMI Setpres/Man)
Ketua DPR RI Dr.(H.C) Puan Maharani saat membacakan teks Proklamasi. (BPMI Setpres/Man)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dipercaya menjadi pembaca Teks Proklamasi dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara, rupanya memiliki makna tersendiri bagi Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani

Pasalnya, dia merupakan cucu Proklamator, Bung Karno yang 76 tahun lalu juga membaca Teks Proklamasi tersebut.

“Tugas ini dipercayakan kepada saya kan terkait posisi saya selaku Ketua DPR RI. Namun saya termasuk orang yang tidak percaya begitu saja akan sebuah kebetulan belaka, bahwa kakek saya saat itu yang didaulat membacakan Teks Proklamasi dan 76 tahun kemudian cucu perempuannya yang didaulat untuk membacakan teks yang sama,” kata Puan dilansir dari laman resmi DPR.

Suasana tak menentu akibat Perang Dunia II saat Soekarno-Hatta memproklamirkan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 pun dirasakan Puan.

Baca Juga: Merdeka Ekspor, Presiden Jokowi Lepas Ekspor Produk Pertanian dari 17 Pintu Pengeluaran

“Kali ini, suasana tak menentu yang sama dirasakan dunia akibat ‘perang’ melawan Covid-19 dan varian Delta,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Pesan di balik tugas yang diberikan kepadanya sebagai pembaca Teks Proklamasi coba direnunginya.

“Apa makna dari tugas ini, itu yang terus coba saya renungi, pesan dan misi apa yang saya emban? Satu hal yang saya resapi sejak hari saya dilantik sebagai Ketua DPR, bahwa saya harus terus menjaga dan memperjuangkan cita-cita kemerdekaan yang diinginkan para founding fathers kita dan penjuang-pejuang terdahulu,” kata Puan.

“Bahwa negeri yang merdeka ini harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya bangsanya,” ujar Puan yang mempersiapkan pembacaan Teks Prokmalasi dengan mendengarkan rekaman suara Bung Karno.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-76 RI, KBRI Maputo Selenggarakan Temu Bisnis Antara Pengusaha Indonesia dan Mozambique

Lebih jauh, Puan menjelaskan, Proklamasi adalah bukti bahwa kemerdekaan bisa diraih kalau Bangsa Indonesia bersatu dan mempunyai cita-cita bersama.

“Bahwa kalau bangsa kita bergotong royong, apapun bisa kita wujudkan. Proklamasi itu awal dari proses membangun republik ini menjadi Indonesia Maju dan Hebat,” ujar mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu.

Puan sendiri mengenakan busana Bundo Kanduang bernuansa krem, merah dan emas saat membacakan Teks Proklamasi ini.

Busana adat yang biasa disebut juga dengan Limpapeh Rumah Nan Gadang merupakan busana yang biasa dipakai oleh wanita Minang di Minangkabau, Sumatera Barat.

Busana ini biasa dipakai oleh seorang wanita yang telah dewasa atau yang telah menikah, dengan memakai Tingkuluak Balenggek, penutup kepala yang berasal dari Lintau, Tanah Datar.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X