Program Aku Sedulurmu Polda Jateng, Istri Kapolri: Ini Jadi Inspirasi dan Contoh pada Semua

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 21:32 WIB
Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo memberikan bantuan kepada anak anak yatim piatu karena Covid 19 bersama Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfhi, saat peluncuran program Aku Sedulurmu Polda Jateng (SM/Erry Budi Prasetyo)
Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo memberikan bantuan kepada anak anak yatim piatu karena Covid 19 bersama Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfhi, saat peluncuran program Aku Sedulurmu Polda Jateng (SM/Erry Budi Prasetyo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program Aku Sedulurmu resmi diluncurkan aparat Polda Jateng di Rama Shinta Ballroom, Hotel Patra Jasa, Gajahmungkur, kemarin sekitar pukul 13.00.

Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Jateng kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo yang merupakan orang tua asuh dari anak anak yatim piatu dampak Pandemi tersebut. Melalui program ini Polda Jateng akan membantu biaya pendidikan anak anak tersebut dari yang masih duduk dibangu SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga: Doa Menag di HUT Ke-76 RI: Jagalah Bangsa Ini dari Keindahan Anugrah-Mu

"Progam ini untuk membantu anak yatim piatu terdampak Covid-19. Ini program yang pertama kali dilakukan. Semoga ini jadi inspirasi dan contoh pada semuanya, agar anak-anak itu terjamin pendidikan dan masa depannya. Mari kita bantu agar mereka bisa menggapai mimpi dan cita-citanya," ungkap istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat menghadiri peluncuran program tersebut, kemarin.

Dampak Covid-19, lanjut dia, membuat anak anak tersebut menjadi yatim piatu, namun mereka tidak boleh ditelantarkan maupun diperlakukan SARA. "Mereka tidak akan mungkin kehilangan kesempatan menyongsong masa depannya karena tidak ada perlindungan dan jaminan haknya," ujarnya.

 Menurutnya, penanganan covid 19 telah dilakukan mulai dari vasinasi, dan pemberlakukuan protokol kesehatan yang ketat. Namun yang menjadi perhatian penting adalah penanganan anak yatim piatu akibat Covid 19 agar masa depannya tetap berjalan.

"Saya sampaikan terima kasih setinggi-tingginya terhadap Kapolda Jawa Tengah beserta jajarannya, para donatur, dan pihak yang berkontribusi untuk  membatu anak kehilangan kedua orang tuanya akibat covid 19 melalui Program Aku Sedulurmu berupa tabungan pendidikan," jelasnya.

 Sementara itu Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi mengatakan, anak yatim piatu yang mendapat bantuan tersebut sebelulmya sudah di data oleh pihaknya.

Baca Juga: HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, Super Merdeka Listrik Program Promo dari PLN

 "Dari 333 anak yatim piatu yang sudah masuk data, tercatat ada tiga daerah memiliki jumlah anak yatim piatu terbanyak. Diantaranya di Kabupaten Sukoharjo, Klaten dan Karanganyar," ujarnya.

Ratusan anak anak tersebut, lanjut dia, tak hanya mendapatkan bantuan biaya pendidikan, namun juga akan memberikan seragam sekolah dan juga sepatu. Adapun, pihaknya akan  memberikan buku dan biaya untuk kegiatan sekolah.

Baca Juga: Tempat Wisata dan Hiburan di Semarang Dibuka, Pengunjung Wajib Sudah Divaksin

 "Di belakang adik adik ada bapak bapak polisi dan ibu-ibu Bhayangkara. Nah nanti mereka yang akan membantu. Adik-adik tetaplah semangat belajar. Anda nanti akan menjadi tulang punggung 35 Polres dan Kabupaten yang ada di Jawa Tengah," ungkap Kapolda saat berkomunikasi secara virtual dengan anak-anak yatim piatu di salah satu Polres di wilayah hukum Polda Jateng.

Melalui program ini, lanjut dia, pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang mempunyai saudara, kerabat atau tetangga yang kehilangan orang tua karena Covid-19 dan masih sekolah, dapat mendaftarkan ke Polres di wilayah mereka.

"Kalau ada daftarkan saja ke Polres terdekat. Mudah-mudahan program ini dapat meringankan beban dan adik adik ini bisa tetap melanjutkan pendidikan," jelasnya.

Sementara itu kegiatan yang juga dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto IV/Diponegoro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan perwakilan dari United Nations Children's Fund (Unicef) berlangsung aman.

Pelaksanaan pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk ruanhan yang hadiri juga diwajibkan untuk tes Swab antigen yang sudah disiapkan.

Halaman:
1
2

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X