Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo, Pengamat: Semoga Bukan Proyeksi Setengah Hati

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:36 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Keterangan pada Rapat Paripurna DPR RI. (BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Keterangan pada Rapat Paripurna DPR RI. (BPMI Setpres)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto, berharap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Widodo) Pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI tidak hanya proyeksi setengah hati

Pasalnya, dalam Pidato kenegaraan Presiden Jokowi telah menyatakan akan fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 dan tentu ini bisa membangun optimisme publik.

Skema kebijakan yang disertai proyeksi sebagaimana disampaikan oleh presiden Jokowi diharapkan tidak berhenti sebatas hanya pidato kenegaraan semata.

Sebab, pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Joko Widodo akan menjadi wajah pemerintah ke depan.

Baca Juga: Awal Mula Muncul Lomba 17 Agustusan, Ini Makna Setiap Permainan

"Apakah pemerintah benar-benar konsisten memahami persoalan riil rakyat ataukah hanya sekedar basa basi semata,” kata Bambang, dalam keterangan persnya.

Bambang menyebut, rakyat sudah cukup tertekan dengan adanya pandemi Covid-19 dan Jangan lagi membebani mereka dengan kebijakan setengah hati yang acapkali berubah-ubah.

"Sebab saat ini masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19 tentu membutuhkan pendekatan yang lebih konkret dan nyata,” kata dia.

Maka dari itu Bambang berharap, isi pidato presiden Joko Widodo harus segera direalisasikan. Presiden harus konsisten memenuhi janjinya dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Upacara HUT Ke-76 Kemerdekaaan RI, Lalu Lintas Sekitar di Istana Negara Dialihkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X