LVRI Menilai 76 Tahun RI Merdeka Seperti Jalan di Tempat, Tanpa Persatuan Nonsen Mengejar Ketinggalan

- Senin, 16 Agustus 2021 | 20:53 WIB
Legiun Veteran Indonesia (LVRI), Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun, dalam dialog bersama suaramerdeka.com, LKBN Antara, dan Kedaulatan Rakyat, melalui webinar, Senin malam.
Legiun Veteran Indonesia (LVRI), Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun, dalam dialog bersama suaramerdeka.com, LKBN Antara, dan Kedaulatan Rakyat, melalui webinar, Senin malam.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Di usia kemerdekaannya yang ke-76 Indonesia tak bisa lagi menjadi yang terbaik di Asean. Bahkan jika tidak ada perubahan dikhawatirkan akan segera disamai oleh negara yang lebih muda merdekanya.

"Saat ini, kalau tidak mundur, ya jalan di tempat. Tahun 1960 kita pernah unggul di Asia Tenggara," kata Ketua Umum DPP Legiun Veteran Indonesia (LVRI), Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun, dalam dialog bersama suaramerdeka.com, LKBN Antara, dan Kedaulatan Rakyat, melalui webinar, Senin malam.

Mantan Pangdam Brawijaya itu menilai konflik disintegrasi, memecah belah persatuan karena perbedaan idiologi, agama, golongan, merasa paling benar lantas ingin memaksakan kehendak, senatiasa muncul di setiap Orde.

Baca Juga: Cairo Food Libatkan Petani Lokal untuk Memperkaya Cita Rasa Bumbu dan Rempah Kuliner

"Jadi sejak awal kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi, konflik yang terjadi selalu sama. Inilah yang menghabiskan energi," kata mantan Wakil Ketua MPR ini.

Ia menilai jika keadaan ini tidak bisa dihentikan dikhawatirkan Indonesia akan terpecah seperti Siria atau Yugoslavia. Nanti provinsi yang merasa kuat akan meminta merdeka. Apalagi bibit itu sudah ada dan dipelihara oleh pihak-pihak yang memang ingin memisahkan diri.

Potensi disintegrasi yang cukup berat saat ini adalah keinginan mengubah NKRI menjadi negara khilafah. Banyak ulama yang diragukan kapasitasnya namun meniupkan permusuhan dan perpecahan dengan keinginan mengganti idiologi Pancasila.

Baca Juga: Menag RI dan Dubes UEA Bahas Kerjasama Keagamaan

"Saya heran kenapa ulama seperti ini dibiarkan," kata Saiful. Ia juga mempertanyakan kesungguhan mayoritas fraksi di DPR tentang perlunya mempertahankan idiologi Pancasila. "Dari enam fraksi, sebenarnya hanya fraksi PKS yang menginginkan negara Islam."

lVRI, tegas Saiful, ingin tetap mempertahankan idiologi Pancasila dan lebih memberdayakan MPR sebagai lembaga tertinggi kedaulatan rakyat dalam bingkai NKRI.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X