Isi Teks Proklamasi 17 Agustus, Siapa Perumus dan Pengetiknya

- Senin, 16 Agustus 2021 | 14:26 WIB
Teks Proklamasi otentik yang diketik Sayuti Melik. (Foto. Wikipedia)
Teks Proklamasi otentik yang diketik Sayuti Melik. (Foto. Wikipedia)

JAKARTA, suaramerdeka.com - teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan setiap tanggal 17 Agustus.

Pada 76 tahun silam teks proklamasi dibacakan oleh Presiden Soekarno, untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Perumus teks proklamasi Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo.

teks proklamasi kemerdekaan Indonesia diketik dengan mesin ketik oleh Sayuti Melik diatas kertas dengan tinta berwarna hitam dan kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta.

Baca Juga: Soekarno: Perintah Pertamanya Usai Diangkat sebagai Presiden, Memanggil Tukang Sate Ayam

Teks ini dibacakan oleh Soekarno didampingi Mohammad Hatta di serambi depan rumah Soekarno yang terletak di Jl. Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada hari Proklamasi kemerdekaan yakni hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Setelah pembacaan naskah proklamasi, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

teks proklamasi Klad

Dikutip dari Wikipedia, Proklamasi Klad adalah naskah asli proklamasi yang merupakan tulisan tangan sendiri oleh Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Hatta dan Achmad Soebardjo.

Baca Juga: Masih Hadapi Tantangan Tinggi di 2022, Penyusunan APBN Harus Antisipatif dan Responsif

Berikut isi proklamasi tersebut:

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05
Wakil2 bangsa Indonesia.

Beberapa kata yang dituntut adalah "penyerahan", "dikasihkan", diserahkan", atau "merebut". Akhirnya yang dipilih adalah "pemindahan kekuasaan"

teks proklamasi Otentik

teks proklamasi yang telah mengalami perubahan, dikenal dengan sebutan naskah "Proklamasi Otentik", yang merupakan hasil ketikan Sayuti Melik, isinya sebagai berikut:

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X