Pastikan Ketersediaan Oksigen, Erick Thohir Resmikan Air Separation Plant

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 22:17 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri BUMN Erick Thohir. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengaktifkan kembali unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP).

Hal itu until membantu pemerintah menjamin ketersediaan oksigen medis untuk penanggulangan Covid-19.

Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir, di Gresik, Minggu, 15 Agustus 2021.

Baca Juga: PKK Kota Semarang Ikut Beri Bantuan Anak yang Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa reaktivasi unit ASP ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas.

“Ke depan, setelah kondisi supply oksigen sudah stabil, tentunya ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN untuk turut berperan aktif dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga: Jerinx Percaya Covid-19 Itu Ada: Soal Endorse Itu Hanya Informasi Penyeimbang

Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61%, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank.

“Kami menyadari reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X